Berita Jateng

Meski Elektabilitas Tinggi, PDI Perjuangan Tak Jamin Ganjar Pranowo Dapat Rekomendasi Nyapres

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjadi calon presiden (capres) terfavorit versi sejumlah lembaga survei.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjadi calon presiden (capres) terfavorit versi sejumlah lembaga survei.

Meskipun demikian, PDI Perjuangan menganggap elektabilitas tinggi Ganjar belum mencerminkan kondisi sebenarnya.

Lantaran, kompetisi pemilihan presiden (Pilpres) 2024 belum dimulai.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu), Bambang Wuryanto menyebut, elektabilitas Ganjar yang tinggi menurut lembaga survei hanyalah buah dari pemberitaan.

Pemberitaan tersebut kemudian diramaikan, dibaca orang, disebarkan melalui media sosial sehingga menghasilkan popularitas dan elektabilitas.

"Itu hanya buah dari sebuah news, pemberitaan. News ini di-mention, ada yang mengutip, diramaikan, kemudian dibaca orang. Jadi news, mention, reach (jangkauan), kemudian menghasilkan popularity (popularitas), dan electability (elektabilitas)," kata Bambang dalam pernyataan tertulis, Rabu (19/5/2021).

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini melanjutkan, pemberitaan-pemberitaan tersebut kemudian disebarkan melalui media sosial, sehingga banyak dibaca.

Menurutnya, hal itu merupakan jurus umum yang biasa dipakai dan merupakan bentuk 'perang udara'. Kondisi tersebut dikatakan merupakan satu titik dari sekian banyak pertempuran politik.

"Ini pun belum perang. News-nya juga bukan news substansi, hanya soal siapa dan peristiwa. Contohnya, tidur di gerbong jadi berita, main barongsai jadi berita, datang ke suatu tempat marah-marah jadi berita," ucap Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng ini.

Bagaimanapun, lanjutnya, 'perang darat' juga penting. Saat ini 'perang darat' belum dilakukan karena belum ada calon presiden (capres) yang secara tegas menyatakan maju.

"Ada nggak perang artileri? perang infanteri? nggak ada. Pasukan yang bergerak serempak, seragam, melaksanakan tugas-tugas khusus itu nggak ada. Perang darat belum ada," tegasnya.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini menegaskan elektabilitas yang tinggi tidak menjadi jaminan memperoleh rekomendasi dari Ketua Umum PDI Perjuangan untuk maju Pilpres 2024.

Karenanya, kata dia, elektabilitas saat ini belum penting, atau tidak penting. Dikatakannya, modal elektabilitas versi lembaga survei tersebut tidak menjadi jaminan memperoleh rekomendasi.

"Kalau atas dasar elektabilitas hari ini, kemudian memaksa ketua umum kami untuk mendapatkan rekomendasi, itu salah makan obat," katanya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved