Breaking News:

Berita Batang

Desa Mandarin di Batang Kenalkan Tradisi Syawalan ke Tiongkok

Pendiri Desa Mandarin, Amalia Melita menggelar perayaan Syawalan bersama anak-anak didiknya di Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal,

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DINA INDRIANI
Anak-anak didik Desa Mandarin saat melakukan silaturahmi virtual dengan warga muslim di Tiongkok, Minggu (23/5/2021). 

Penulis : Dina Indriani

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Pendiri Desa Mandarin, Amalia Melita menggelar perayaan Syawalan bersama anak-anak didiknya di Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Dalam perayaan syawalan tersebut anak-anak diajak saling bermaafan, menonton Islampedia, dan mengenalkan tradisi syawalan virtual dengan muslim di Cina.

"Jadi tujuan kita mengenalkan tradisi syawalan yaitu dengan silaturahmi bermaafan setelah lebaran dengan teman-teman di Cina, juga mengenalkan beberapa tradisi syawalan di Indonesia, sebaliknya anak-anak juga diperkenalkan tentang kegiatan budaya muslim di negeri Tiongkok, jadi saling bertukar pengetahuan budaya," tutur Amelia, Minggu (23/5/2021).

Dia menjelaskan, pihaknya menghubungi beberapa kawan yang ada di Tiongkok seperti Yang Junchu, Dosen Pengajar Bahasa dan Budaya Indonesia di Beijing.

Dan Fathurrahman Yahya perwakilan KBRI di Beijing.

“Kami juga menghubungi Imam Masjid Besar di Tiongkok, supaya anak-anak tahu suasana di sana, bahwa di China pun ada banyak muslim yang merayakan Idulfitri,” ujarnya

Dia mengatakan perkembangan anak didik sampai saat ini telah berjalan selama enam bulan dan mereka sangat antusias untuk belajar.

“Sampai saat ini anak didiknya terus bertambah, tidak hanya anak-anak, tapi juga dari kalangan remaja, yang semakin bersemangat mempelajari bahasa dan budayanya,” jelasnya.

Rencana berikutnya, lanjut dia, sedang menyusun legalitas Desa Mandarin.

"Supaya mendapat pengakuan dari masyarakat setempat dan pemerintah. Ada beberapa pihak terkait antara lain Kedutaan Besar China di Jakarta dan sejumlah komunitas pecinta budaya China, yang diajak untuk ikut mendukung,” ujarnya.

Amalia mengatakan, meski bernama Desa Mandarin, tetapi di dalamnya akan ada pelajaran bahasa asing lainnya.

“Kami ajarkan Bahasa Inggris dan pendidikan tentang kewirausahaan sejak kecil, sampai saat ini terdapat 60 anak yang masih belajar dan akan terus bertambah,"imbuhnya.

Dia juga mengatakan, dukungan Pemerintah Desa sangat positif, seperti saat ini menyiapkan Balai Desa Sendang untuk digunakan sebagai tempat pelaksanaan silaturahmi virtual.

“Nantinya setelah mendapat legalitas yang jelas, pasti pemerintah akan lebih maksimal dalam mendukung kegiatan serupa dan lainnya,” pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved