Breaking News:

Berita Kesehatan

Ini Cara Normalkan Kadar Kolesterol Dalam Tubuh

Sering dijumpai keluhan kenaikan berat badan dan kadar kolesterol darah setelah merayakan hari raya Idul F

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muh radlis
IST
Dosen Nutrisi dan Pangan Fungsional Program Studi Teknologi Pangan, Unika Soegijapranata Semarang, Meiliana, S.Gz., MS 

Penulis : Akhtur Gumilang

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Sering dijumpai keluhan kenaikan berat badan dan kadar kolesterol darah setelah merayakan hari raya Idul Fitri, walaupun ibadah puasa selama satu bulan Ramadan sudah membantu penurunan berat badan hingga kadar kolesterol darah.

Hidangan manis dan kaya santan yang kerap disajikan pada saat kunjungan silaturahmi ke sanak saudara dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Seperti diungkapkan oleh Dosen Nutrisi dan Pangan Fungsional Program Studi Teknologi Pangan, Unika Soegijapranata Semarang, Meiliana, S.Gz., MS kepada Tribun Jateng. Meiliana mengungkapkan, hal-hal tersebut dapat berujung pada asupan kalori yang berlebihan. Padahal, menurutnya, untuk menjaga status gizi dan profil lipid darah yang optimal, diperlukan keseimbangan antara asupan makan dan aktivitas fisik. 

Untuk bisa menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, bagi Meiliana, diperlukan kesadaran dan kemampuan mendeteksi rasa lapar dan kenyang. Dia melanjutkan, mindfulness adalah salah satu cara yang dapat memperbaiki pola makan, pilihan makan, dan asupan kalori yang kemudian dapat mengatasi kenaikan berat badan dan obesitas. 

"Akan tetapi, sadar saja tidak cukup. Beranilah untuk berkata tidak. Ini bukanlah hal yang mudah, but still do able. Yuk kita lihat beberapa strategi atau cara halus yang dapat digunakan untuk “menolak” asupan makan yang berlebihan. Kelebihan makan saat berkunjung ke saudara dapat diatasi dengan pengambilan porsi yang kecil setiap kali makan. Ukuran piring dan gelas yang lebih kecil dapat membantu memperkecil ukuran porsi makanan dan minuman yang diambil," papar Meilana.

Dia menambahkan, selain porsi, jenis makanan yang dicicipi juga berperan penting terhadap jumlah kalori yang masuk ke tubuh kita. Menurut Meiliana, menghindari minuman manis, dessert, dan highly processed food yang mengandung banyak gula sederhana, sodium, dan lemak adalah cara jitu yang bisa dicoba. 

Lalu, Dia juga menyarankan untuk pilihlah minuman seperti air putih atau teh tawar daripada teh manis. Bila suguhan yang diberikan adalah kudapan manis atau tinggi lemak, makanlah dengan perlahan supaya piring tidak cepat kosong dan diisi dengan kudapan lainnya.

"Penuhilah separuh piring makan dengan sayur dan buah untuk memastikan asupan yang mengandung lebih banyak serat, banyak protein, dan lemak terbatas. Selain strategi makan, perencanaan aktivitas selama masa libur juga diperlukan. Jalan-jalan pagi atau sore dapat menjadi salah satu olah tubuh ringan dan santai yang dapat dilakukan sendiri maupun bersama-sama. Bila kalori yang dikonsumsi dirasa berlebihan, pilihlah aktivitas yang lebih intens tetapi fun seperti bersepeda, sepak bola, atau bulu tangkis," urai Meiliana.

Dia menambahkan, waktu tidur yang cukup juga membantu menjaga asupan makan yang tidak berlebihan. Durasi tidur yang pendek menyebabkan peningkatan konsumsi makanan padat energi yang tidak sehat. Kedisiplinan untuk mengelola waktu diperlukan untuk bisa menjaga durasi tidur yang cukup di masa liburan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved