Breaking News:

Penanganan Corona

DKI Jakarta Dapat Nilai E Ihwal Penanganan Corona, Begini Pemaparan Wamenkes

DKI Jakarta Dapat Nilai E Ihwal Penanganan Corona, Begini Pemaparan Wamenkes Dante Saksono Harbuwono

Editor: yayan isro roziki
tribunjakarta.com
Ilustrasi aktivitas warga Jakarta di sekitar Monumen Nasional (Monas). 

Transmisi lokal mutasi virus

Selain itu, Dante juga mengungkapkan hal yang membuat masyarakat seharusnya menjadi lebih waspada terkait Covid-19. Hingga kini sudah ada 19 kasus transmisi lokal variant of concern di Indonesia.

Variant of concern yang dimaksud yaitu mutasi corona B.1.1.7 Inggris, B.1351 Afrika Selatan, dan B.1617.2 dari India.

"Ini artinya bahwa sudah ada penyebaran kontaminasi lokal di Indonesia untuk variant of concern yang terjadi secara mutasi tanpa riwayat perjalanan ke luar negeri," jelas Dante.

Ia menjelaskan, transmisi lokal mutasi virus itu dapat diartikan bahwa penularan tidak hanya berasal atau dibawa oleh riwayat perjalanan ke luar negeri.

Melainkan, bisa juga terjadi dari antar-komunitas di sejumlah wilayah di Indonesia, tanpa pernah melakukan riwayat perjalanan ke luar negeri.

"Ini juga kami perlihatkan beberapa provinsi yang menyumbang variant of concern. Jadi mutasinya sudah terjadi di beberapa tempat di Indonesia," tekannya.

Sementara, untuk kasus mutasi virus yang berasal dari riwayat perjalanan luar negeri disebut ada sejumlah 35 kasus.

Penularan lebih cepat

Dant mewanti-wanti masyarakat akan tingkat penularan mutasi virus tersebut relatif lebih tinggi dan lebih cepat.

Ia memberikan contoh kasus mutasi virus B.1617.2 yang terjadi di Cilacap, Jawa Tengah yang dibawa oleh 14 anak buah kapal (ABK) asal Filipina.

"Salah satu contohnya adalah yang kemarin terjadi di Cilacap. Ada kapal Filipina yang berlabuh, kemudian dari kapal itu sudah mendarat di India."

"Kami lakukan screening genomik dari 20 ABK, ternyata ada 14 kasus mutasi. Dari 14 kasus itu ternyata menularkan kepada 31 tenaga kesehatan," ujarnya.

"Ini memperlihatkan bagaimana agresifnya penularan dari variant of concern ini kepada orang lain," tambah dia.

Ia melanjutkan, 31 tenaga kesehatan positif terpapar meski sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) yang ketat.

Dante meneruskan, dari 31 tenaga kesehatan itu kemudian dilakukan tracing kepada keluarga untuk mengetahui apakah ada penularan yang lebih luas.

"Kemudian dari tracing itu ditemukan 12 nakes dan non-nakes yang positif," ujarnya.

Lalu, dari 12 orang itu masih dilakukan tracing kepada tenaga kesehatan lainnya. Dari penelusuran kontak, ditemukan enam tenaga kesehatan yang juga positif terpapar mutasi virus B.1617.2 yang berasal dari India.

"Jadi totalnya ada 49 kasus yang tertular dari 14 kasus," kata Dante.

Ia mengatakan, atas total kasus tersebut, laju penularan mutasi virus sekitar 3,35 kali lebih cepat dari virus corona yang telah ada sebelumnya.

Tingkat hunian Wisma Atlet

Kembali ke Jakarta, masyarakat kembali harus waspada agar menjaga diri tidak terpapar virus mematikan itu.

Pasalnya, usai libur Lebaran, tingkat hunian di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet mengalami peningkatan 11,97 persen.

Hal itu dihitung sejak 17 hingga 27 Mei 2021 atau setelah libur panjang Idul Fitri 2021.

Koordinator RSDC Wisma Atlet Mayor Jenderal Tugas Ratmono mengatakan, padahal, tingkat hunian terendah di Wisma Atlet sempat mencapai 15,02 persen pada 17 Mei.

"Nilai terendah hunian kami adalah pada tanggal 17 Mei 2021 yaitu 15,02 persen. Saat ini adalah huniannya 26,99 persen. Jadi kira-kira lebih dari 10 hari ini, sudah meningkat 11,97 persen," kata Tugas dalam RDP bersama Komisi IX DPR, Kamis.

Menurut Tugas, adanya kenaikan tingkat hunian itu perlu diwaspadai semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Namun, ia yakin bahwa ketersediaan tempat tidur di Wisma Atlet masih cukup untuk menampung lonjakan kasus pasca libur Lebaran.

"Kita masih ketersediaan tempat tidur cukup dan mudah-mudahan tidak seperti lonjakan saat-saat September tahun lalu maupun Januari 2021," ujarnya.

Perlu diketahui, hingga kini Wisma Atlet merawat 1.618 orang pasien dengan angka kesembuhan 96,72 persen.

Namun, grafik perbandingan pasien masuk dan keluar di Wisma Atlet menyatakan bahwa lebih banyak pasien yang masuk dibandingkan yang keluar.

"Sejak 17 atau 18 Mei, yang masuk lebih banyak dari yang keluar. Yang masuk, rata-rata di atas 100 pasien sehari. Tadi malam, kami dapat laporan sebanyak 171 pasien yang masuk dan yang keluar 64 pasien," ucap Tugas. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Saat Wamenkes Paparkan Data Penanganan Covid-19, Jakarta Dapat Nilai E hingga Transmisi Lokal Mutasi Virus Corona

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved