Breaking News:

Berita Slawi

Ada Program Kumbang di Desa Balapulang Kulon Kabupaten Tegal untuk Cegah Penularan Covid-19

Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran 1442 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Tegal terus mengintensifkan peran satgas Jogo Tonggo de

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
IST
Joko Wantoro, mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, saat memantau kesiapan satgas Jogo Tonggo di Desa Balapulang Kulon, Kecamatan Balapulang, Kamis (28/5/2021) lalu. 

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran 1442 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Tegal terus mengintensifkan peran satgas Jogo Tonggo desa dan unit lingkungan. 

Salah satunya adalah satgas di Desa Balapulang Kulon, Kecamatan Balapulang yang melibatkan Kumbang untuk mencegah agar penularan virus corona di wilayahnya tidak meluas.

Kumbang sendiri merupakan singkatan dari Kumpulan Pemuda Balapulang adalah komunitas peduli dari warga desa setempat yang sebagian besar anggotanya ada di perantauan.

Keterangan ini disampaikan Ketua RW 03 Desa Balapulang Kulon Rahadi, saat peninjauan program Jogo Tonggo oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Kamis (28/5/2021) lalu. 

Rahadi mengatakan, peran Kumbang sangat penting dalam membantu warganya mencegah dan menangani penularan Covid-19 di desa. 

Selain ikut membantu membiayai kebutuhan bila ada warganya yang terkonfirmasi dan menjalani isolasi mandiri, lewat media sosial komunitas mereka juga terlibat aktif mensosialisasikan tentang bahaya dan upaya pencegahan Covid-19, khususnya komunitas Kumbang RW 03.

Semangat dan kekompakan warga Balapulang Kulon menjadikan sistem Jogo Tonggo di lingkungannya tetap aktif dan dinilai mampu menekan penularan virus corona. 

“Selain warganya yang kompak, peran Kumbang sangat membantu mencegah transmisi virus dari pelaku perjalanan luar daerah. Sudah dua tahun ini warga kami di RW 03 yang merantau tidak pulang kampung saat mudik Lebaran. Mereka menyadari betul akan risiko yang ditimbulkannya,” tutur Rahadi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (30/5/2021). 

Lebih jauh, Rahadi menambahkan jika aktivitas warga di lingkungannya selalu terpantau, terutama yang mendatangkan kerumunan seperti hajatan. 

“Kami pastikan, pemilik acara sudah harus menyiapkan segala sesuatunya agar protokol kesehatan bisa diterapkan. Dari awal hingga akhir acara juga ada anggota satgas yang kami ikut melakukan pengawasan dan membantu penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Jika memang ada warganya yang terpapar Covid-19, sambung Rahadi, pihak desa juga sudah menyiapkan tempat isolasi jika memang tidak memungkinkan isolasi mandiri rumahnya, lengkap dengan kebutuhan vitamin, makanan, dan minuman selama isolasi.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Joko Wantoro, mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal memberikan bantuan berupa 300 masker dan handsanitizer kepada warga RT 03 RW 03.

“Saya menilai, gerakan Jogo Tonggo di Desa Balapulang Kulon sudah sangat baik, dan ini memberikan dampak signifikan. Terbukti kasus terkonfirmasinya sedikit. Bisa disimpulkan, peran satgas Jogo Tonggo yang baik akan membuat warganya terlindungi dari penularan virus corona, begitupun sebaliknya,” tutup Joko. (dta) 

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved