Breaking News:

Berita Regional

Denni Apresiasi Counter Layanan Bagi Purna Pekerja Migran Indonesia

Gelombang 17 Program Kartu Prakerja dimarakkan dengan adanya counter layanan bagi Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Wisma Atlet, Kemayoran, Jaka

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
tribunnews.com
Ilustrasi pendaftaran Kartu Prakerja 

“Mau jadi pekerja kantoran macam customer service, jadi nanny atau pengasuh bayi, maupun jadi pelaku sektor wirausaha, semua ada pelatihannya di Program Kartu Prakerja. Ada 1.561 pelatihan dari 179 lembaga pelatihan yang bisa dipilih sesuai minat dan potensi masing-masing,” terangnya.

Deputi Ekonomi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2020 ini menekankan bahwa pelatihan di Kartu Prakerja dinilai sangat bagus berdasarkan rating dan ulasan dari para peserta yang jumlahnya mencapai 8,2 juta orang. 

“Rating pelatihan di ekosistem Kartu Prakerja 4,8 dari skala 5. Survei Cyrus Network pada Mei 2021 menyebutkan 98,7 persen responden merasa mendapat manfaat dari pelatihan Kartu Prakerja. Survei ini juga mengungkapkan bahwa 92,6 persen penerima Kartu Prakerja merasa bahwa ilmu yang didapatkan dalam pelatihan Kartu Prakerja bisa diaplikasikan di tempat kerja atau tempat usaha,” urainya.

Selain itu, tambah Denni, hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2021 dari Badan Pusat Statistik yang baru dirilis Mei lalu menyebut bahwa 90,97 persen penerima Kartu Prakerja menganggap program ini dapat meningkatkan keterampilan kerja mereka. 

“Hasil survei evaluasi ini semestinya bisa menjadi bukti bagi mereka yang masih sangsi terhadap kualitas pelatihan online Prakerja,” tuturnya. 

Sementara itu, Kepala BP2MI Benny Rhamdani berterima kasih pada Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja atas ikut sertanya 110 ribu Purna PMI sebagai penerima Kartu Prakerja pada tahun 2020. 

Ia berharap, pada pembukaan gelombang Program Kartu Prakerja sepanjang 2021, minimal jumlah peserta yang sama bisa diisi dari kalangan Purna PMI.

“Program Kartu Prakerja sangat bagus karena semakin menyempurnakan Purna PMI sebagai sosok mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Komentar positif atas kegiatan ini datang dari Murtini, seorang Purna PMI yang telah puluhan tahun menjadi pahlawan devisa di Singapura, Taiwan, Hong Kong dan kali ini baru kembali dari Inggris.

“Program Kartu Prakerja ini membuat saya tertarik untuk mengikutinya. Cuma, sebagai orang yang kurang paham teknologi informasi, saya tidak tahu bagaimana caranya. Saya senang sekali ada penjelasan dan petugas yang mengarahkan. Terus terang, saya merasa sangat terbantu,” kata perempuan 43 tahun itu. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved