Breaking News:

Berita Batang

Pudam Sendang Kamulyan Siap Pasok Air Baku untuk Kawasan Industri Batang

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Pudam) Sendang Kamulyan siap memenuhi pasokan air baku di kawasan industri. 

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DINA INDRIANI
Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang di Desa Ketanggan Kecamatan Gringsing, Batang. 

Penulis : Dina Indriani

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Pudam) Sendang Kamulyan siap memenuhi pasokan air baku di kawasan industri. 

Hal itu menjawab polemik mengenai larangan pemanfaatan air bawah tanah untuk Industri yang tertuang di Perda No 13 Th 2019 tentang RTRW di pasal 128 i. 

Direktur Teknis Pudam Sendang Kamulyan Mulyono mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemenuhan air di kawasan industri.

"Kami sudah berkoordinasi dan sudah ada pertemuan dengan Apindo terkait pemenuhan air, Pak Direktur sudah menyampaikan kesiapannya memasok air baku ke perusahaan maupun kawasan industri di sepanjang Pantura karena sudah banyak terpasang jaringan instalasi air,"  tetang Mulyono, Selasa (8/6/2021). 

Dikatakannya, pihak Pudam Sendang Kamulyan juga sudah melayangkan surat ke perusahaan dan industri untuk menjadi pelanggan. 

"Ketika perusahaan menyanggupi berlangganan, Pudam Sendang Kamulyan menindaklanjuti sejauh mana kebutuhan airnya dan kalau jaringan sudah ada tinggal menyambungkan saja ke pabrik," jelasnya. 

Ia juga mengatakan, beberapa yang sudah dikirimi surat dari Pudam Sendang Kamulyan berarti pabrik atau industri itu masih menggunakan air sumur.

"Sebenarnya, kami sudah memberikan kemudahan dan tidak ada yang berat dan sulit selagi ada balasan surat yang dilayangkan dari kami, kalau tidak ada jaringan kita siap menyambungkan," ujarnya. 

Pihaknya juga sudah menyiapkan pasokan air untuk perusahaan dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional yang akan dapat 50 liter per detik. 

"SPAM Regional ini bisa kita alirkan ke semua pabrik sepanjang kota Batang hingga Kandeman, sisanya nanti dari Tulis dan Limpung," ujarnya.

Sementara untuk daerah Penundan Banyuputih ke timur sudah ada jaringan air bersih, namun sementara pabrik - pabrik belum menggunakannya. 

"Alasan Pabrik tidak memakai air kita  katanya harganya mahal. Kalau alasannya itu akan kita sesuaikan dengan kesepakatan demi mencukupi airnya," imbuhnya. 

Sedangkan untuk industri yang belum ada jaringan, jika memang mengusulkan pihaknya akan memenuhi untuk pemenuhan air bakunya. 

"Kalau mereka itu paham, mengunakan air sumur, secara perhitungan lebih murah air PDAM. Karena tidak ada perawatan dan semua itu menjadi tanggungjawab PDAM," pungkasnya. (din)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved