Breaking News:

Berita Slawi

Baznas Kabupaten Tegal Mudahkan ASN dan Karyawan BUMD Kumpulkan Zakat Profesi

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal berencana membentuk unit pengumpul zakat (UPZ) di masing-masing organisasi perangkat daerah

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muh radlis
IST
Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal bidang Pemerintahan Dadang Darusman, saat membuka acara Sosialisasi Pembentukan UPZ, Selasa (8/6/2021) lalu di Ruang Rapat Gedung Begawat Gita, Setda Kabupaten Tegal. 

Penulis: Desta Leila Kartika  

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal berencana membentuk unit pengumpul zakat (UPZ) di masing-masing organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal. 

Hal tersebut dimaksudkan agar pembayaran zakat profesi, infak, dan sedekah dari aparatur sipil negara (ASN), termasuk karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) jadi lebih mudah.

Informasi tersebut disampaikan Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal bidang Pemerintahan Dadang Darusman, saat membuka acara Sosialisasi Pembentukan UPZ, Selasa (8/6/2021) lalu di Ruang Rapat Gedung Begawat Gita, Setda Kabupaten Tegal.

Dadang mengatakan, zakat sebagai bagian dari sumber daya pembangunan umat untuk meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan sosial harus ditampung oleh lembaga resmi berbadan hukum supaya pengelolaanya transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sampai ke mustahik atau orang yang berhak menerima zakat.

Dengan dibentuknya UPZ ini, perolehan dana zakat profesi, infak dan sedekah dari ASN dan karyawan BUMD diharapkan semakin meningkat. 

“Perolehan dana zakat dari ASN kita melalui Baznas ini memang relatif rendah dan tertinggal dari kabupaten kota lain di Jawa Tengah. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan akses layanan pembayaran zakat. Maka, dengan dibentuknya UPZ ini akan memudahkan pengumpulan zakat dari ASN dan karyawan BUMD yang beragama Islam," jelas Dadang, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (10/6/2021).

Pembentukan UPZ ini, menurut Dadang, didasarkan pada Peraturan Bupati Tegal Nomor 72 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Zakat Profesi, Infak, dan Sedekah dari Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Badan Usaha Milik Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal. 

Ketentuannya, besaran zakat profesi ASN dan karyawan BUMD adalah 2,5 persen dari penghasilan brutonya. 

Sedangkan bagi pegawai yang tidak mencapai nishob, zakat profesinya untuk golongan III Rp 40 ribu, golongan II Rp 35 ribu, dan golongan I Rp 30 ribu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved