Breaking News:

Berita Batang

Ihwal PPN Sembako, Paguyuban Pedagang Pasar Batang Khawatir Daya Beli Konsumen Turun

Ihwal PPN Sembako, Paguyuban Pedagang Pasar Batang Khawatir Daya Beli Konsumen Turun

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Dina Indriani
Suasana aktivitas jual-beli di pasar tradisional Batang, belum lama ini. 

Penulis : Dina Indriani 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Pemerintah berencana untuk mengenakan tarif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN untuk kebutuhan pokok atau sembako.

Kebijakan itu tertuang dalam rencana perluasan objek PPN yang diatur di Revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Mendengar wacana pemerintah tersebut hampir semua pedagang pasar batang merasa keberatan.

Mereka pun khawatir dengan kebijakan PPN untuk sembako akan berdampak pada penurunan daya beli konsumen, apalagi dengan kondisi saat ini masih dalam pandemi Covid-19.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Batang, Anwar Rozikin mengatakan selama ini para pedagang telah membayar PPN untuk nota setiap produk sebesar 10 persen. 

Jika nantinya pemerintah merealisasikan pajak untuk sembako, tentu biaya akan makin bertambah belum lagi dampaknya akan menurunkan daya beli konsumen.

“Kalau ada tambahan pajak lagi 1 persen, ke depan ketika harus menggunakan alat pembayaran nontunai, pasti akan ada tambahan biaya lagi antara 0,7-1 persen.

Jadi tolong lah, khusus Kepokmas tidak dibebani, itu berarti kami akan membayar pajak dobel,” tuturnya, Jumat (11/6/2021).

Dikatakannya, saat ini suasana ekonomi masih belum pulih, banyak karyawan swasta yang dirumahkan, pertanian belum maju, maka semua pihak akan kerepotan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved