Breaking News:

Berita Batang

Ihwal PPN Sembako, Paguyuban Pedagang Pasar Batang Khawatir Daya Beli Konsumen Turun

Ihwal PPN Sembako, Paguyuban Pedagang Pasar Batang Khawatir Daya Beli Konsumen Turun

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Dina Indriani
Suasana aktivitas jual-beli di pasar tradisional Batang, belum lama ini. 

Sehingga dia pun mengharapkan, pemerintah merevisi agar tidak sampai terealisasi, selama ini pemerintah juga memiliki slogan membela kepentingan masyarakat kecil. 

“Jadi orang-orang kecil seperti kami ini semestinya dilindungi kecuali kalau ekonomi negara ini sudah mapan, pendapatan warganya sudah tinggi,” ombuhnya.

Terkait wacana pemerintah yang akan mengenakan PPN pada Kepokmas, Kepala Bidang Perdagangan, Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang, Endang Rahmawati menanggapinya dengan berpikir positif.

“Pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan tentunya sudah mempertimbangkan secara matang,” ujarnya.

Menurutnya, memang di sisi masyarakat, mungkin akan merasa sedikit keberatan karena ada penambahan biaya otomatis harga sembako akan naik, karena ada tambahan PPN. 

“Jika nanti pemerintah jadi merealisasikan PPN untuk sembako, pasti akan masuk kepada negara dan dikembalikan lagi untuk masyarakat.

 Dalam bentuk berbagai bantuan, di antaranya Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dan bantuan lainnya kepada masyarakat yang terdampak pandemi,” jelasnya.

Ia berkeyakinan, pemerintah telah memikirkan solusi-solusi yang berimbang.

“Itu baru wacana, jadi masyarakat tidak perlu cemas, karena belum ada kepastiannya,” tuturnya.

Bila rencana tersebut diimplementasikan ada 12 bahan pokok yang akan kena pajak, antara lain: beras, gabah, daging, jagung, telur, kedelai, gula, sagu, garam, susu, buah-buahan dan sayur-sayuran.

“Pemerintah pasti akan memikirkan solusi yang tepat bagi masyarakat, pasti pemerintah akan turun tangan untuk memberi bantuan."

"Saat ini pun saudara-saudara kita yang terdampak pandemi sudah merasakan manfaatnya seperti ketika BPUM dibuka ada sekitar 20 ribu pelaku usaha yang mendaftar,” pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved