Breaking News:

Berita Pendidikan

PAUD hingga SMP di Kabupaten Tegal Dilarang Gelar PTM, Disdikbud: Belajar Daring atau BDR Lagi

PAUD hingga SMP di Kabupaten Tegal Dilarang Gelar PTM, Disdikbud: Belajar Daring atau BDR Lagi

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal Akhmad Was’ari, saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. 

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Seluruh peserta didik mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), di Kabupaten Tegal, dilarang untuk mengikut pembelajaran tatap muka (PTM), hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Seluruh murid PAUD hingga SMP haru kembali mengikuti pembelajaran dalam jaringan (daring) atau belajar dari rumah (BDR).

Ini sebagai tindak lanjut Surat Edaran Bupati Nomor 443.5/B.848 tahun 2021 tentang pelaksanaan Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 443/04/09852 tahun 2021 tentang pelaksanaan Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tegal Akhmad Was’ari menjelaskan, siswa mulai belajar dari rumah atau daring sudah dimulai sejak Kamis (10/6/2021) kemarin sampai tahun ajaran baru nanti.

Mengingat setelah tanggal 19 Juni 2021 siswa sekolah libur sampai setengah bulan. Maka sudah melebihi batas waktu diberlakukannya Surat Edaran Bupati yaitu mulai tanggal 10-23 Juni 2021.

"Terkait persiapan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru 2021/2022 syarat utama tentu semua guru harus sudah divaksin."

"Selain itu sarana prokes juga harus dipersiapkan. Kalau di Kabupaten Tegal dari target sekitar 6.000an pengajar yang divaksin, saat ini lebih dari 3.000 orang sudah tervaksin," jelas Was'ari, pada Tribunpantura.com, Jumat (11/6/2021).

Karena masih dalam masa pandemi Covid-19 dan berlangsungnya gerakan Kabupaten Tegal Bangkit, maka saat pengambilan rapor pada tanggal 19 Juni 2021 mendatang hanya siswa saja yang boleh mengambil orangtua siswa tidak perlu ikut mengantar.

Tujuannya tentu untuk mengurangi resiko kerumunan.

Nantinya pihak sekolah akan membentuk jadwal pengambilan rapor atau membaginya sesuai kelas. Jadi tiap kelas diberi jarak katakan satu jam per kelas.

"Alhamdulillah sejauh ini tidak ada dan jangan sampai ada klaster di pendidikan atau sekolah."

"Karena kami cukup ketat dalam penerapan prokes, seperti siswa wajib pakai masker termasuk saat di dalam kelas, jarak meja antar siswa diatur begitu juga jumlahnya, belum lagi ada satgas sekolah juga."

"Merekalah yang memantau situasi, menilai, bahkan sampai siswa dijemput orangtua, atau akan pulang ke rumah," terangnya.

Berikut poin penting yang terdapat di dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal:

  • Terhitung mulai tanggal 10 - 23 Juni 2021 proses kegiatan belajar mengajar pada satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal menggunakan metode Belajar Dari Rumah (BDR)/Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Daring.
  • Untuk kegiatan penerimaan rapor peserta didik, para Kepala Satuan Pendidikan agar melaksanakan proses tersebut sesuai dengan kalender pendidikan yang telah diterapkan dengan ketentuan: Diserahkan langsung kepada peserta didik tanpa didampingi wali murid, membuat jadwal dengan sistem shifting yang bertujuan untuk menghindari kerumunan, melaksanakan kegiatan tersebut di atas sesuai protokol kesehatan.
  • Kepala satuan pendidikan agar mengimbau kepada para tenaga pendidik, kependidikan, peserta didik, dan wali murid di unit kerja masing-masing untuk mendukung gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 dengan tetap di rumah pada hari Sabtu dan Minggu. (dta)
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved