Breaking News:

Berita Batang

Sambut Pabrik Nestle, Dua Desa di Kabupaten Batang Jadi Percontohan Peternakan Sapi Perah

Bupati Batang Wihaji telah menginstruksikan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) untuk mengkoordinir calon-calon peternak sapi perah.

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DINA INDRIANI
Salah satu peternak sapi di Kabupaten Batang. 

Penulis : Dina Indriani

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Bupati Batang Wihaji telah menginstruksikan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) untuk mengkoordinir calon-calon peternak sapi perah.

Hal itu untuk mempersiapkan adanya pabrik Nestle di Batang Industrial Park (BIP) di Desa Sigayung, Kecamatan Tulis.

Pasalnya, keberadaan Pabrik Nestle  di Kabupaten Batang yang direncanakan beroperasi di tahun 2023 akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat terutama peternak sapi.

Karena Pabrik yang akan beroperasi di tahun 2023 diperkirakan setiap hari belanja susu ke peternak sapi perah sekitar Rp 4,5 Miliar. 

Wihaji memastikan, Nestle juga sudah membentuk tim yang akan terjun langsung ke tengah-tengah warga yang ingin menjadi peternak dengan membentuk koperasi. 

“Sebelum beroperasi tentu bahan baku harus dipersiapkan terlebih dahulu, dan kami sudah menginstruksikan (Dislutkanak) Batang untuk mengkoordinir calon-calon peternak sapi yang nanti diedukasi oleh pihak Nestle,” tuturnya, Senin (14/6/2021).

Sementara, Kasi Perbibitan dan Produksi Peternakan Dislutkanak, Syam Manohara mengatakan pihaknya bersama tim dari Nestle sudah melakukan survai ke peternak sapi potong untuk beralih ke sapi perah.

Menurutnya, untuk mengalihkan ke sapi perah tidak semudah yang dibayangkan, namun Dislutkanak dan Nestle berupaya memberikan edukasi dan pendampingan. 

"Peternak sapi potong di Batang itu biasanya hanya samben (sambilan), sehingga harus merubah pola pikir untuk lebih serius lagi dalam merawat. Karena sapi perah ada perlakukan ekstra untuk mendapatkan susu yang sesuai dengan kriteria dari Nestle," jelasnya. 

Dikatakanny, hasil dari surva tersebut sudah menentukan dua desa yang akan menjadi peternakan sapi perah sesuai dengan kriteria.

"Peternak Desa Sumampir dan Pacet Kecamatan Reban jadi percontohan peternakan sapi perah. 

Selain dengan letaknya diketinggian diatas 1.000Mdpl, mereka juga mau merubah pola pikir dan ketersediaan pakannya cukup banyak," jelasnya.

Syam Manohara juga menjelaskan, di tahun 2022 sebanyak 50 Peternak akan dilatih untuk dijadikan percontohan. 

"Kalau mereka berhasil akan lebih mudah masyarakat untuk menirunya dari pada melatih banyak di berbagai desa,  tapi hasilnya kurang maksimal," pungkasnya. (din)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved