Breaking News:

Berita Slawi

Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Ini yang Dilakukan Camat Tarub Kabupaten Tegal

Dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 yang tren nya terus meningkat, Camat Tarub Sumiyati mencanangkan Gerakan Tarub Bermasker

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DESTA LEILA KARTIKA
Suasana pelaksanaan salat jumat di Masjid AT-TAQWA Desa Mindaka, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jumat (18/6/2021). Pada kesempatan ini juga dicanangkan gerakan Tarub Bermasker dengan tujuan menekan angka penyebaran Covid-19 mengingat saat ini Kecamatan Tarub masuk zona merah. Kegiatan ini juga ditandai dengan pembagian masker kepada warga yang akan salat. 

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 yang tren nya terus meningkat, Camat Tarub Sumiyati mencanangkan Gerakan Tarub Bermasker berlokasi di Masjid AT-TAQWA Desa Mindaka, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jumat (18/6/2021).

Gerakan tersebut dilakukan, mengingat saat ini Kecamatan Tarub masuk dalam 11 Kecamatan di Kabupaten Tegal yang terkategori zona merah.

Tidak sendiri dalam merancang gerakan Tarub Bermasker, Sumiyati juga melibatkan semua unsur mulai TNI-Polri, KNPI, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, MWCNU, PCM, Karangtaruna, dan lain-lain.

Kegiatan pencanganan yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie ini, juga sebagai tindaklanjut dari Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19.

"Pencanganan gerakan Tarub Bermasker ini kami laksanakan serentak di 67 masjid se kecamatan Tarub. Kami juga membagikan masker, sehingga harapannya ketika warga akan melakukan salat atau aktivitas di luar rumah tetap mengenakan masker," ungkap Sumiyati, pada Tribunjateng.com.

Dikatakan Kecamatan Tarub saat ini masuk zona merah penyebaran Covid-19 dengan jumlah kasus 63 orang terkonfirmasi positif. 

Adapun dari 20 Desa ada lima desa yang masuk zona merah yaitu Desa Kesamiran, Desa Kesadikan, Desa Kalijambe, Desa Lebeteng, dan Desa Kedokansayang. Sedangkan 15 sisanya masuk zona kuning. 

Bahkan menurut Sumiyati, tenaga kesehatan juga ada yang terpapar Covid-19. Sehingga ia berpesan untuk menerapkan protokol kesehatan 5M semakin ketat.

"Saya berharap dengan gerakan Tarub Bermasker ini bisa menyentuh hati masyarakat. Kami tidak menuntut banyak, hanya ingin mereka taat mematuhi prokes itu saja. Karena ketika semuanya sudah bermasker insyaallah bisa menekan resiko penularan," harapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved