Breaking News:

Berita Slawi

Ketentuan Salat Iduladha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Kabupaten Tegal, Simak Hal Berikut

Ketentuan Salat Iduladha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Kabupaten Tegal, Simak Hal Berikut

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Sukarno, saat ditemui di kantor nya, Rabu (30/6/2021). Pada kesempatan ini membahas tentang pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban di tengah pandemi Covid-19. 

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Penyelenggaraan Salat Hari Raya Iduladha (lebaran haji) dan penyembelihan hewan kurban 1442 H tepatnya pada 20 Juli mendatang sudah diatur dalam Surat Edaran Menteri Agama RI nomor 15 tahun 2021.

Adapun dalam surat edaran tersebut mengatur tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Salat Iduladha dan Kurban tahun 2021.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Sukarno, ada tiga poin penting dalam surat edaran tersebut yaitu mengenai ketentuan pelaksanaan takbiran, Salat Iduladha, dan penyembelihan hewan kurban.

Sedangkan untuk di Kabupaten Tegal sendiri mengikuti aturan yang sudah tertera dalam surat edaran namun tetap berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 setempat.

"Prinsipnya kami mengikuti apa yang sudah tertera dalam surat edaran dari Kemenag, namun kami tetap berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Covid-19 untuk ketentuan nantinya di Kabupaten Tegal akan seperti apa."

"Mengingat sampai saat ini pun status zonasi nya masih zona merah," ujar Sukarno, saat ditemui Tribunjateng.com, Rabu (30/6/2021).

Beberapa ketentuan seperti pada malam takbiran menyambut hari raya Iduldha, lanjut Sukarno, dilaksakaan secara terbatas di semua masjid/musala paling banyak 10 persen dari kapasitas biasanya.

Selain itu protokol kesehatan juga wajib dilaksanakan dengan ketat, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Sedangkan untuk kegiatan takbir keliling di semua zona baik merah, orange, kuning, hijau dilarang karena mengantisipasi terjadinya kerumunan.

Sehingga untuk tetap merayakan momen malam takbiran, bisa disiarkan secara virtual dari masjid atau musala menyesuaikan apakah perangkat memenuhi atau tidak. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved