Breaking News:

Berita Slawi

Ketentuan Pelaksanaan Kurban di Kabupaten Tegal saat Pandemi Covid-19, Sukarno Tegaskan Ini

Ketentuan Pelaksanaan Kurban di Kabupaten Tegal saat Pandemi Covid-19, Sukarno Tegaskan Ini

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: yayan isro roziki
Tribunnews.com/Haerudin
Ilustrasi hewan kurban. 

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Tata cara penyelenggaraan Kurban 1442H tepatnya pada 20 Juli mendatang sudah diatur dalam Surat Edaran Menteri Agama RI nomor 15 tahun 2021. 

Adapun dalam surat edaran tersebut mengatur tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Kurban tahun 2021.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Sukarno menuturkan, pihaknya mengikuti aturan yang sudah tertera dalam surat edaran namun tetap berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 setempat. 

Ada tiga poin penting dalam surat edaran tersebut yaitu mengenai ketentuan pelaksanaan takbiran, Salat Idul Adha, dan penyembelihan hewan kurban.

"Ya kalau melihat status zonasi di Kabupaten Tegal kan masih masuk zona merah, sehingga untuk pelaksanaan salat Iduladha saya mengimbau di rumah saja."

"Termasuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban dilakulan pada keesokan harinya."

"Tapi kembali lagi kami akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 karena yang berwenang membuat putusan bukan kami," ujar Sukarno, pada Tribunpantura.com, Rabu (30/6/2021) kemarin. 

Untuk pemotongan hewan kurban, Sukarno menyebut dianjurkan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R). 

Namun jika tidak memungkinkan semisal jumlah RPH-R yang terbatas maka bisa dilakukan di luar namun dengan menerapkan prokes ketat.

Sedangkan untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban, dianjurkan setelah tanggal 10 dzulhijjah nya yaitu tanggal 11, 12, dan 13 dzulhijjah. 

Jadi saat tanggal 10 hanya pelaksanaan salat saja di zona yang aman dari Covid-19, sedangkan kurban bisa dilakukan di keesokan harinya. Tujuannya untuk mengurangi resiko kerumunan masyarakat

"Semisal jumlah RPH-R penuh maka boleh melakukan proses penyembelihan hewan kurban sendiri, namun dengan catatan harus tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat."

"Seperti mengenakan masker, menjaga jarak, dan tidak boleh ada kerumuman. Warga yang biasanya ikut menonton sebisa mungkin jangan dulu, biarkan panitia yang mengerjakan."

"Nantinya panitia juga yang mengantar ke rumah warga jadi tidak pakai sistem kupon lagi," jelasnya. 

Berikut ketentuan yang wajib diketahui oleh masyarakat dalam pelaksanaan kurban 1442H/2021 di tengah pandemi Covid-19: 

  • Penyembelihan hewan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan kurban
  • Pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R). Namun jika ternyata jumlah dan kapasitas RPH tidak memungkinkan atau kurang, maka pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 
  • Kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging kurban kepada warga yang berhak wajib memperhatikan penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara gergantian. 
  • Kegiatan pemotongan hewan pun hanya boleh dilakukan oleh panitia disaksikan orang yang berkurban. Jika biasanya masyarakat berebut untuk melihat dan antre supaya kebagian daging kurban saat ini tidak diperbolehkan.
  • Pendistribusian daging kurban dilakukan langsung oleh panitia kepada warga di tempat tinggal masing-masing dengan meminimalkan kontak fisik satu sama lain. (dta) 
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved