Breaking News:

Berita Tegal

Apotek Boleh Buka 24 Jam, Berikut 16 Aturan PPKM Darurat di Kota Tegal 

Apotek Boleh Buka 24 Jam, Berikut 16 Aturan PPKM Darurat di Kota Tegal angkutan umum kapasitas 70 persen

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Fajar Bahruddin Achmad
Penyemprotan disenfektan di jalan protokol Kota Tegal pada hari pertama PPKM Darurat Jawa- Bali, Sabtu (3/7/2021). 

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad 

TRIBUNPANTURA.COM, TEGAL - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa- Bali resmi diterapkan di Kota Tegal, Sabtu (3/7/2021). 

Kebijakan tersebut berlaku pada 3 Juli- 20 Juli 2021. 

Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Tegal mengawali kebijakan tersebut dengan melakukan penyemprotan disenfektan.

Penyemprotan dilakukan di jalan protokol dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran dan water cannon. 

Ada beberapa aturan PPKM Darurat Jawa- Bali yang diimplementasikan di Kota Tegal

Hal itu sesuai Instruksi Wali Kota Tegal Nomor 443/018 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Kota Tegal

Berikut 16 aturan yang tribunpantura.com rangkum: 

  • 1. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan atau pelatihan, dilakukan secara daring atau online. 
  • 2. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan work from home (WFH) staf 100 persen. 
  • 3. Esensial pada sektor perbankan, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, dan industri orientasi ekspor, diberlakukan WFH staf sebanyak 50 persen. 
  • 4. Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik dan tidak bisa ditunda pelaksanaannya, diberlakukan WFH staf sebanyak 25 persen. 
  • 5. Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan swalayan, dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 WIB. Kapasitas pengunjung 50 persen. 
  • 6. Apotik dan toko obat dapat buka selama 24 jam. 
  • 7. Pelaksanaan kegiatan pemerintah daerah yang menimbulkan kerumunan ditunda sementara. 
  • 8. Rumah makan atau restoran, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan angkringan, hanya menerima pemesanan dan dibawa pulang. Tidak boleh menerima makan di tempat. 
  • 9. Tempat hiburan, meliputi karaoke, lounge, spa, game online, warnet, dan area bermain atau area ketangkasan, ditutup sementara. 
  • 10. Operasional pasar tiban atau pasar dadakan hanya pukul 05.00 sampai 10.00 WIB. 
  • 11. Tempat ibadah, meliputi masjid, mushola, gereja, pura, vihara, dan klenteng, ditutup sementara. 
  • 12. Fasilitas umum berupa area publik, tempat umum, dan tempat wisata, ditutup sementara. 
  • 13. Kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan ditutup sementara. 
  • 14. Transportasi umum diberlakukan kapasitas maksimal 70 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. 
  • 15. Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Penyedian makanan hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang. 
  • 16. Pelaku perjalanan domestik wajib menunjukkan kartu vaksin dan surat bebas Covid-19.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono berharap, masyarakat bisa mematuhi aturan di masa PPKM Darurat Jawa - Bali. 

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 5M secara ketat. 

Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. 

"Masyarakat harus ikut mendukung upaya memutus penyebaran Covid-19. Supaya tidak terjadi di Kota Tegal," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved