Breaking News:

Berita Slawi

6 Warga Meninggal saat Jalani Isoman, Satgas Jogo Tonggo Tak Efektif? Begini Kata Bupati Tegal

6 Warga Meninggal saat Jalani Isoman, Satgas Jogo Tonggo Tak Efektif? Begini Kata Bupati Tegal

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: yayan isro roziki
Humas Pemkab Tegal
Petugas dari PMI Kabupaten Tegal melakukan penjemputan jenazah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di rumah saat menjalani isolasi mandiri pada Minggu (4/7/2021) lalu. PMI Kabupaten Tegal membuka layanan call center 0811250091 dan 02834561201 untuk penjemputan jenazah pasien Covid-19 di rumah untuk dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit, jenazah akan dilakukan pemulasaran sebelum kemudian dikebumikan. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Kasus kematian pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) terus bertambah.

Tercatat sejak awal Juli 2021 sudah ada enam pasien Covid-19 yang meninggal dunia di rumahnya. 

Informasi ini disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Sarmanah Adi Muraeny, Selasa (6/7/2021) kemarin. 

Enam orang yang dikabarkan meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri terdiri dari warga Kecamatan Slawi, Dukuhwaru, dan Talang.

Sarmanah mengatakan, hal tersebut terjadi lantaran pasien isoman bergejala ringan tiba-tiba drop dan mengalami gejala berat. 

Sarmanah menduga, munculnya galur baru Covid-19 atau varian delta yang lebih ganas dari varian orisinalnya menjadi faktor pemicu lain penyebab penurunan kondisi pasien.

“Sekarang ini banyak pasien Covid-19 yang tadinya bergejala ringan, tiba-tiba menjadi berat, terlebih pada mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid,” ujar Sarmanah, dalam rilis yang diterima Tribunpantura.com, Rabu (7/7/2021). 

Selain memberikan pasokan obat-obatan pada pasien Covid-19 melalui jejaring Puskesmas, Sarmanah menyarankan agar pihak keluarga yang mengetahui pasien isoman mengalami peningkatan gejala, misalnya sesak nafas, segera melaporkannya ke Satgas Jogo Tonggo.

Atau menghubungi pihak Puskesmas maupun PMI Kabupaten Tegal untuk dilakukan penjemputan.

“Untuk yang isolasi mandiri di rumah memang terus kami pantau lewat Puskesmas terdekat."

"Ketika sudah diberi obat-obatan kondisinya memburuk, tentunya akan segera dirujuk ke rumah sakit,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved