Breaking News:

Berita Tegal

Kisah Penggali Kubur Covid-19 di Kota Tegal, Tak Ada Upah dari Dinas yang Menaungi

Penggali kubur pemakaman Covid-19 di Kota Tegal mengeluhkan tidak adanya upah atau honor dari pemerintah kota. 

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Suasana pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Cleret, Kota Tegal, Senin (12/7/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, TEGAL - Penggali kubur pemakaman Covid-19 di Kota Tegal mengeluhkan tidak adanya upah atau honor dari pemerintah kota. 

Padahal pekerjaan mereka cukup berisiko di tengah peningkatan kasus Covid-19. 

Dalam sehari, paling banyak ada lima jenazah pasien Covid-19 yang dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cleret, Kota Tegal. 

Namun tidak ada upah bulanan untuk mereka selaku penggali kubur di pemakaman Covid-19. 

Dinas terkait yang menaungi mereka, membebankan upah para penggali kubur kepada keluarga jenazah pasien Covid-19. 

Koordinator penggali kubur, Abdurahman (53) mengatakan, tidak ada upah untuk para penggali kubur dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Tegal. 

Upah didapatkan tiap ada pemakaman. 

Tiap penggali kubur dibayar Rp 100 ribu oleh keluarga jenazah. 

Ia mengatakan, tidak adanya upah untuk penggali kubur sudah dari awal pandemi Covid-19. 

"Untuk bayaran sebenarnya sih agak keberatan. Orang satu dikasih Rp 100 ribu, dibayar cash. Sedangkan kita kan gak dikasih gaji dari kantor. Dapatnya kalau ada pemakaman," kata Abdurahman kepada tribunjateng.com, Senin (12/7/2021). 

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved