Breaking News:

Berita Slawi

Kabupaten Tegal Keluar dari Daftar Wilayah Zona Merah Covid-19, Bupati: Jangan Lengah!

Kabupaten Tegal Keluar dari Daftar Wilayah Zona Merah Covid-19, Bupati: Sinergitas Bersama, awas jangan lengah!

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Penutupan akses jalan di wilayah Slawi dan sekitarnya selama PPKM Darurat berlangsung, membuat jalanan lengang. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Kabupaten Tegal saat ini tidak masuk dalam daftar wilayah zona merah penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah.

Menurut Bupati Tegal Umi Azizah, Kabupaten Tegal keluar dari daftar wilayah zonam erah Covid-19, karena sinergritas bersama, termasuk masyarakat yang juga ikut andil di dalamnya. 

Adapun sesuai update yang diperoleh dari laman corona.jatengprov.go.id, Kabupaten Tegal sekarang ini masuk zona orange (resiko sedang) penyebaran Covid-19. 

Meski demikian, Umi tetap mengajak semuanya untuk saling mendukung dan jangan sampai lengah. 

Meskipun pahit, tidak nyaman, terlebih sedang berlangsung PPKM Darurat,  tetap membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. 

"Jadi dari yang awalnya ada 25 daerah zona merah di wilayah Jateng saat ini sisa 19, dan Kabupaten Tegal termasuk yang sudah keluar dari zona merah atau yang mampu mengendalikan penyebaran Covid-19."

"Semuanya berkat kerja sama, sinergritas Pemkab Tegal, TNI-Polri, dan unsur lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, dan tentunya masyarakat," ungkap Umi, pada Tribunpantura.com, Rabu (14/7/2021).

Adapun selama berlangsungnya PPKM Darurat mulai tanggal 3-20 Juli 2021, Bupati Umi menegaskan setiap harinya ia dan unsur terkait selalu melakukan evaluasi.

Adanya PPKM Darurat ini juga berdampak pada menurunnya penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal

Dikatakan sebelum adanya PPKM Darurat jumlah Kecamatan yang masuk zona merah ada 13 Kecamatan, sekarang ini berkurang hanya tersisa tiga Kecamatan yang masih masuk zona merah.

"Intinya saya mengajak semuanya mari saling berpartisipasi, mendukung, meskipun saya tahu PPKM Darurat ini ada dampak pahitnya dan tentunya kita juga tidak ingin PPKM Darurat ini diperpanjang."

"Sehingga tetap patuhi prokes yang ada dan ikuti aturan yang sedang berlangsung saat ini demi kebaikan bersama melawan Covid-19," pungkasnya. (dta)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved