Breaking News:

Berita Nasional

Ketum SNNU Sampaikan Keprihatinan-Dukacita Mendalam, 14 Kapal Nelayan Tenggelam di Kalbar

Ketum SNNU Sampaikan Keprihatinan dan Dukacita Mendalam, 14 Kapal Nelayan Tenggelam di Kalbar

Editor: yayan isro roziki
Istimewa
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU). 

TRIBUNPANTURA.COM, PONTIANAK - Total 14 kapal nelayan di Kalimantan Barat (Kalbar) tenggelam setelah dihantam cuaca buruk pada Selasa (13/7/2021) dan Rabu (18/7/2021).

Ketua Umum (Ketum) Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU), Witjaksono, menyampaikan duka yang mendalam atas musibah yang menimpa 14 kapal nelayan di perairan Kalimantan Barat tersebut.

Dilansir TribunPontianak.co.id Jumat (16/7/2021), atas musibah tenggelamnya 14 kapal tersebut 7 nelayan ditemukan meninggal dunia, serta 49 lainnya hilang dan masih dalam pencarian.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU), saya mengucapkan keprihatinan dan duka yang mendalam atas musibah kecelakaan laut karena cuaca buruk, yang yang menimpa 14 kapal di perairan sekitar Kalimantan Barat,” ungkap Witjaksono, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/7/2021).

Ketum SNNU, Witjaksono, memberikan sambutan dalam Kongres I SNNU di Lombok Tengah, NTB, kemarin.
Ketum SNNU, Witjaksono, memberikan sambutan dalam Kongres I SNNU di Lombok Tengah, NTB, kemarin. (Istimewa)

Diketahui 14 kapal motor yang setidaknya membawa 137 ABK mengalami kecelakaan pada waktu yang hampir bersamaan di tiga lokasi yang berbeda di sekitar perairan Kalimantan Barat, dikarenakan cuaca buruk.

Tim SAR gabungan bersama TNI AL telah melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, setidaknya dua KRI telah diterjunkan untuk membantu operasi tersebut.

“Rasa simpati kami bersama seluruh keluarga korban, semoga diberi ketabahan dan kekuatan serta para nelayan berhasl ditemukan dengan selamat."

"Kami mengapresiasi Tim SAR gabungan, TNI AL dan elemen lain yang tergabung dalam operasi pencairan dan penyelamatan ini yang telah melaksanakan tugasnya secara sigap, kami turut mendoakan untuk keselamatantim gabungan dalam bertugas,” ucapnya.

“Terus terang saja, saya merasa sangat sedih mendengar kabar kecelakaan laut yang kembali terjadi. Saya yakin seluruh keluarga besar SNNU pun demikian."

"Ini adalah  tugas kita bersama, pekerjaan dan tanggung jawab kita semua untuk dapat meminimalkan kecelakaan laut, aga tak kembali menimpa nelayan-nelayan kita."

"SNNU bersama seluruh elemen masyarakat agar terus berusaha memberi sumbangsih bagi negeri, untuk meminimalkan kecelakaan laut dan semakin menyejahterakan para nelayan dan masyarakat pesisir,” pungkas Mas Witjak, sapaan akrab Witjaksono.

Ia juga mengimbau seluruh pengurus SNNU dan elemen untuk bahu membahu meringankan beban para korban dan terus turut bergerak dalam upaya menyejahterakan para nelayan dan masyarakat pesisir di Nusantara.

Update musibah 14 tenggelam

SELAMAT - Anto (dua dari kiri, depan/kaus abu-abu) satu di antara korban kapal tenggelam di Muara Jungkat, akibat cuaca buruk, saat dibawa untuk didata dan diberikan perawatan di Posko SAR Gabungan, Jalan Rahadi Usman, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 16 Juli 2021. Anto ABK kapal ikan KM Kenangan Usaha berhasil menyelamatkan diri menggunakan pelampung saat kapal dihantam cuaca buruk, dan diselamatkan kapal yang melintas keesokan harinya.
SELAMAT - Anto (dua dari kiri, depan/kaus abu-abu) satu di antara korban kapal tenggelam di Muara Jungkat, akibat cuaca buruk, saat dibawa untuk didata dan diberikan perawatan di Posko SAR Gabungan, Jalan Rahadi Usman, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 16 Juli 2021. Anto ABK kapal ikan KM Kenangan Usaha berhasil menyelamatkan diri menggunakan pelampung saat kapal dihantam cuaca buruk, dan diselamatkan kapal yang melintas keesokan harinya. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)
Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved