Breaking News:

Berita Jateng

Guru Honorer Galau Formasi Seleksi PPPK 2021 Tak Akomodir Semua Mata Pelajaran

Kebingungan dirasakan sejumlah guru honorer lantaran mata pelajaran yang diampunya tidak ada dalam formasi yang tertera pada laman Sistem

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
tribunnews.com
Ilustrasi guru honorer sedang mengajar siswa di kelas. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Kebingungan dirasakan sejumlah guru honorer lantaran mata pelajaran yang diampunya tidak ada dalam formasi yang tertera pada laman Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN).

Padahal, guru honorer atau guru tidak tetap diangkat lantaran tidak ada satu mata pelajaran tertentu yang mengampu di sekolah tersebut. Kenapa saat pembukaan seleksi Pendaftaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dari jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak menyediakan formasi untuk mata pelajaran tersebut?

Hal itu diungkapkan guru honorer SMK yang juga Ketua Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori Usia 35 Tahun ke Atas (GTKHNK35+) Provinsi Jawa Tengah, Tinon Wulandari, Minggu (18/7/2021).

Pihaknya menerima laporan dari sejumlah guru honorer di Jateng terkait proses rekruitmen ASN PPPK. Antara lain terkait tidak adanya formasi yang disediakan untuk guru honorer tersebut dalam satu sekolah.

"Formasi yang ditetapkan BKN (Badan Kepegawaian Negara) tidak sesuai dengan ajuan R10 (kebutuhan guru) 2021. Dari formasi yang ditetapkan BKN dalam seleksi ASN PPPK 2021 ternyata banyak formasi mata pelajaran yang telah diajukan setiap sekolah pada saat akan dilaksanakan seleksi PPPK," kata Wulan, sapaannya.

Ia memberikan contoh mata pelajaran yang banyak tidak muncul formasinya dalam satu sekolah yakni Pendidikan Agama Islam atau Pendidikan Agama, Bahasa Inggris, Kejuruan, PKK (Kewirausahaan).

Akan tetapi, ada mata pelajaran yang tidak diajukan sebagai kebutuhan guru di sekolah, justru keluar dalam formasi yang ditetapkan BKN. Contohnya, mata pelajaran Bahasa Jepang.

"Mapel Bahasa Jepang yang tidak pernah diajukan hampir keluar formasi di seluruh instansi satuan pendidikan. Dari hasil temuan-temuan tersebut, bertentangan dengan pernyataan Menteri Nadiem yang mengatakan bahwa setiap daerah diminta untuk mengajukan kuota formasi sebanyak-banyaknya ternyata hanya semu belaka," kata Wulan yang juga Sekjen GTKHNK35+ pusat.

Padahal, lanjutnya, daerah sudah mengajukan banyak formasi, ternyata BKN sudah menetapkan formasi PPPK menurut versi BKN sendiri.

"Berdasarkan temuan-temuan tersebut akan sangat merugikan guru honorer. Dikarenakan banyak guru honorer yang mapelnya tidak keluar dalam formasi di sekolah mereka mengajar sehingga akan mengakibatkan guru honorer tersebut tidak dapat memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi di tahap pertama," jelasnya.

Seperti diketahui, guru honorer memiliki kesempatan prioritas jika di sekolah tempatnya mengajar atau sekolah induk terdapat formasi mata pelajaran yang diampunya atau bisa mengikuti tes tahap petama. Namun, jika tidak ada formasi di sekolah induk, otomatis harus mengikuti seleksi di sekolah lain yang tidak mendapatkan prioritas atau mengikuti seleksi tes tahap kedua.

Sementara, guru honorer lain dari Klaten yang juga pengurus GTKHNK35+ Provinsi Jawa Tengah, Yuyun Cahyani mempertanyakan tidak adanya formasi mata pelajaran dalam satu sekolah dimana terdapat guru honorer mata pelajaran tersebut.

"Jika ada formasi di sekolah itu, guru honorer yang mengajar di sekolah induk diprioritaskan. Bagaimana dengan guru honorer yang tidak ada formasinya? Dalam aturan, ada pasal turunan yakni boleh melamar ke sekolah lain, yang tentunya tidak menjadi prioritas karena mendaftar bukan di sekolah induk," jelasnya.

Namun demikian, ada juga beberapa persoalan ketika guru honorer mendaftar formasi di sekolah induk, ternyata sistem formasi sudah terkunci. Mereka tidak bisa mendaftar formasi yang ada di sekolah sendiri. Pihaknya juga belum mengetahui alasan sistem dalam formasi sudah terkunci.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved