Breaking News:

Berita Jateng

Ini Dua Skenario yang Disiapkan Ganjar Terkait Percepatan Penyaluran Paket Obat dan Beras Isoman

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung penyaluran paket obat dan beras oleh pemerintah pusat melalui TNI dan Polri.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muh radlis
IST
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung penyaluran paket obat dan beras oleh pemerintah pusat melalui TNI dan Polri.

Jika boleh, Ganjar juga menyiapkan skenario lain dengan memaksimalkan perangkat desa dan Jogo Tonggo.

Hal itu disampaikan Ganjar, usai mengikuti Rakor virtual terkait pembagian paket obat gratis dan beras oleh TNI Polri yang dipimpin oleh Menko Marves, Senin (19/7/202). Dukungan dilakukan dengan menyiapkan data.

"(paket obat dan beras) itu nanti penyalurannya lewat TNI Polri, maka tugas kami akan mendukung. Tugas kami mendukung, menyiapkan data, dan sebagainya," kata Ganjar, dalam rilisnya.

Ganjar mengatakan, pihaknya sudah menghitung dari data warganya yang isolasi mandiri. Berdasarkan hitungan, lanjut Ganjar, di satu desa setidaknya membutuhkan 8 paket. Ganjar mengajukan beberapa saran.

Misalnya, lanjut Ganjar, pemerintah pusat bisa memberikan paket obat ke puskesmas-puskesmas. Opsi lain adalah dengan memaksimalkan Jogo Tonggo. Selain itu, bisa juga dengan sistem permintaan kebutuhan.

“Umpama dengan cara, yang isoman kan punya WA Grup. Sekarang yang sakit sampai tingkat apa, butuh obat apa, baru dikasih,” katanya.

Jika penyaluran tetap dari TNI Polri, Ganjar mengatakan bisa melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersama dengan lurah atau kades.

“Kita ada 16ribu kurang lebih isolasi mandiri itu bisa. Ada datanya, itu aja yang didatangi dan ada cara berikutnya agar ini bisa betul-betul sesuai,” kata Ganjar.

Saran itu disampaikan Ganjar dalam rapat, karena menilai perangkat desa seperti kurah atau kades, RT dan RW hingga Jogo Tonggo dinilai lebih tahu persis warganya yang sakit maupun tidak.

“Nah dengan cara itu harapan kita, pipa-pipa saluran apakah puskesmas apakah lurah kades apakah jogo tonggo itu, menurut saya bisa dipakai untuk mempercepat penyaluran,” tegasnya.

Hingga saat ini, Ganjar menyebut setidaknya ada 16ribu-an warganya yang isolasi mandiri. Data tersebut, menurut Ganjar, masih ada kemungkinan untuk terus bertambah. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved