Berita Tegal
Ditemukan Cacing Pita pada Tiga Sapi Kurban di Kota Tegal, Ini Imbauan DKPPP
Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal, melakukan pemantauan penyembelihan hewan kurban di sejumlah masjid di Kota
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, TEGAL - Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal, melakukan pemantauan penyembelihan hewan kurban di sejumlah masjid di Kota Tegal, Selasa (20/7/2021).
Ada empat tim yang memonitoring penyembelihan hewan kurban di masing-masing kecamatan.
Pada kesempatan itu, DKPPP Kota Tegal juga memberikan edukasi kepada masyarakat cara mengecek kelayakan konsumsi bagian organ dalam sapi.
Seperti bagian hati, limpa, paru-paru, jantung, dan ginjal.
Dalam pemantauan di Kecamatan Tegal Barat, ditemukan tiga ekor sapi yang bagian hatinya tidak layak konsumsi karena mengandung cacing pita.
Petugas dari DKPPP Kota Tegal, drh Sri Kristiyani mengatakan, ada tiga tempat penyembelihan hewan kurban yang didatanginya setelah pelaksanaan salat id.
Dua masjid di Kelurahan Kemandungan dan satu masjid di Kelurahan Debonglor.
Hasilnya ada tiga ekor sapi yang bagian hatinya mengandung caci pita.
Kristin, sapaan akrabnya mengatakan, pihaknya secara langsung mengedukasi masyarakat untuk tidak mengonsumsi bagian hati tersebut.
Karena jika tetap dikonsumsi, bagian tersebut akan membuat masyarakat sakit perut atau diare.
"Walaupun cacing itu sudah mati setelah direbus atau digoreng. Dia masih mengeluarkan zat. Zat itu yang bisa mempengaruhi saluran pencernaan, bisa diare atau sakit perut," kata Kristin kepada tribunjateng.com.
Kristin mengatakan, bagian organ dalam yang lain hasilnya aman dikonsumsi, seperti limpa, paru-paru, jantung, dan ginjal.
Masyarakat bisa mengonsumsinya.
Kristin mengatakan, pihaknya pun mengedukasi masyarakat cara mengecek kesehatan organ dalam sapi.
Jadi masyarakat kedepannya bisa mengecek secara langsung.
Jika ditemukan organ dalam yang tidak memenuhi syarat, bisa langsung dibuang.
"Kami melakukan edukasi secara langsung ke panitia kurban. Monitoring ini juga akan kami lakukan tiga hari kedepan, selama hari tasryik," ungkapnya.
Panitia kurban Masjid Jami Rohmatulloh di Kelurahan Debonglor, Tarsono (56) mengatakan, panitia sangat berterima kasih atas edukasi yang telah disampaikan DKPPP Kota Tegal.
Karena selama ini panitia tidak tahu cara mengecek kelayakan konsumsi bagian organ dalam sapi.
Ia mengatakan, dengan edukasi tersebut, pihaknya jadi tahu mana yang layak dan tidak.
Jadi semua masyarakat yang memakan daging kurban tetap aman dan terhindar dari penyakit.
"Kami jadi tahu mana yang sehat konsumsi dan tidak. Bagian yang tidak layak konsumsi, langsung kami pisahkan, bungkus, dan buang," ungkapnya. (fba)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/petugas-dkppp-kota-tegal-menunjukkan-cacing-pita-yang-ditemukan-dalam-hati.jpg)