Breaking News:

Berita Jateng

Candi Arjuna Dieng Ditutup hingga 2 Agustus 2021, Dieng Culture Festival Belum Ada Kepastian

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Pariwisata resmi memperpanjang penutupan objek wisata Dieng. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
Tribunnewswiki
Candi Arjuna Dieng 

TRIBUNPANTURA.COM, BANJARNEGARA - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Pariwisata resmi memperpanjang penutupan objek wisata Dieng

Objek wisata yang ditutup meliputi Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Museum Kaliasa, Telaga Merdada, Kawah Candradimuka dan Sumur Jalatunda.  Sebelumnya, objek wisata andalan Jawa Tengah itu ditutup sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021. 

Agung mengatakan, penutupan objek wisata Dieng didasarkan pada Surat Edaran Bupati Banjarnegara tentang Pemberlakuan PPKM Level 4 di wilayah Kabupaten Banjarnegara. 

Menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat dalam pengendalian Covid 19 Instruksi Mendagri Nomor 22 tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Jawa Bali, terhitung mulai 21 Juli hingga 25 Juli dilaksanakan PPKM Level di Banjarnegara.  Atas dasar itu, objek wisata Dieng pun masih ditutup mengikuti kebijakan PPKM. 

" Dasarnya itu, "kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara Agung Yusianto, Rabu (21/7/2021) 

Khusus objek wisata Candi Arjuna, Pemkab Banjarnegara juga mengikuti arahan dari surat dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah terkait penutupan objek wisata cagar budaya di Jawa Tengah. 

Merujuk surat itu, bukan hanya Candi Arjuna Dieng yang ditutup, namun juga objek wisata cagar budaya atau situs di beberapa wilayah lain di Jawa Tengah, termasuk Candi Borobudur. 

Penutupan objek wisata Candi Arjuna, termasuk Museum Kaliasa di dalamnya, dilakukan lebih panjang hingga tanggal 2 Agustus 2021 mendatang. 

Di sisi lain, pihaknya belum bisa memastikan penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) yang biasa digelar di Bulan Agustus. Pasalnya, menjelang Agustus ini, lonjakan kasus Covid masih terjadi hingga pandemi belum berakhir. 

Tahun 2020 lalu, DCF dilaksanakan secara virtual. Saat itu, sejumlah prosesi, termasuk ritual pencukuran rambut gembel tetap dilakukan dengan protokol kesehatan. Tetapi wisatawan hanya bisa menyaksikan prosesi itu secara online. 

"Belum ada kepastian (DCF)," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved