Breaking News:

Berita Kendal

PPKM Darurat Diperpanjang, Anggota Polres Kendal Bagikan 1000 Kotak Makanan dan Santunan

Seiring diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat hingga 25 Juli nanti, Polres Kendal terjun ke masyarakat dengan

Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Anggota Polres Kendal bagikan nasi box ke tukang becak di alun-alun Kota Kendal, Kamis (22/7/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, KENDAL - Seiring diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat hingga 25 Juli nanti, Polres Kendal terjun ke masyarakat dengan membagikan 1000 box nasi dan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, jajaran Polres juga memborong beberapa dagangan para pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di pusat-pusat keramaian, seperti alun-alun Kota Kendal.

Pembagian nasi dilakukan di beberapa titik Kabupaten Kendal dengan menerjunkan ratusan petugas. Mulai dari taman kota, pusat perdagangan, perumahan, hingga desa dan kelurahan.

Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto mengatakan, pembagian nasi dan santunan dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat agar tetap di rumah saja selama PPKM darurat level 4 diperpanjang. Pihaknya juga mengajak masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan membagikan masker cadangan.

Selain itu, lanjut Yuniar, jajaran kepolisian tetap melakukan penyekatan di beberapa titik jalan raya untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Dengan harapan, angka kasus Covid-19 di Kabupaten Kendal bisa ditekan agar aktivitas masyarakat kembali normal. 

"Dengan kegiatan ini, masyarakat diharapkan tetap di rumah. Kita bagikan nasi dan bantuan door to door kepada warga yang terdampak langsung PPKM ini. Apalagi di Kelurahan Bandengan ini juga terdampak rob," terangnya saat memimpin kegiatan sosial untuk masyarakat, Kamis (22/7/2021).

Di sisi lain, AKBP Yuniar juga memborong dagangan beberapa PKL yang mangkal di Jalan Laut wilayah Alun-alun Kota Kendal. Aksi borong dagangan dilakukan agar pedagang segera pulang untuk mengurangi mobilitas masyarakat. 

Warga Bandengan, Joko Lelono mengatakan, bantuan makanan dan santunan kepada warga Bandengan sangat bermanfaat di tengah pandemi Covid-19. Apalagi, warga Kelurahan Bandengan yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dalam kondisi memprihatinkan. 

Tangkapan ikan yang dihasilkan setiap harinya menurun drastis. Sementara kebutuhan ekonomi keluarga harus tetap berjalan seperti biasanya. 

"Bantuan ini berkah bagi masyarakat di momen Idul Kurban. Di sini, 70 persen warganya adalah nelayan. Mereka harus tetap melaut dengan protokol kesehatan untuk mencukupi kebutuhan keluarga," ujarnya.

Seorang PKL, Alfian mengaku senang setelah dagangannya diborong Kapolres. Dengan itu, Alfian bisa langsung kembali ke rumah untuk berkumpul lagi dengan keluarga.

"Alhamdulillah tadi diborong langsung, padahal baru datang dan biasanya pulang pukul 20.00. Saat-saat ini soalnya sepi, setelah ini diminta pulang. Katanya biar tidak terjadi kerumunan," ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, angka kasus Covid-19 di Kabupaten Kendal berangsur turun. Saat ini, total kasus aktif mencapai 1.079. Jumlah ini mengalami penurunan 250 kasus dalam 3 hari terakhir sehingga 5 kecamatan dari total 20 kecamatan keluar dari zona merah Covid-19. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved