Berita Kesehatan

Survivor Masih Rasakan Gejala Covid-19 meski Sudah Negatif? Lakukan Ini untuk Percepat Pemulihan

Survivor Covid-19 Masih Rasakan Gejala Klinis Covid-19 meski Sudah Negatif? Lakukan Ini untuk Percepat Pemulihan

Tribunpantura.com/Raka F Pujangga
Tangkapan layar penjelasan dokter spesialis paru RS Mardi Rahayu Kudus, dr. Luluk Adipratikto‎, saat web seminar (webinar), Sabtu (24/7/2021). 

Tidak semua survivor atau penyintas Covid-19 bisa sembuh dari gejala klinis yang dialami, meski sudah dinyatakan negatif, serta telah menjalani isolasi mandiri (isoman) atau perawatan medis. Berdasar penjelasan dokter, lakukan hal ini untuk mempercepat pemulihan.

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Tidak semua pasien bisa sembuh dari gejala klinis Covid-19 dalam waktu dua minggu pasca menjalani isolasi mandiri atau perawatan medis.

Gejala klinis yang ada bisa saja masih dirasakan eks pasien Covid-19 hingga berbulan-bulan, meski hasil rapid test antigen ataupun PCR sudah menunjukkan hasil negatif.

Hal itu disampaikan dokter spesialis paru RS Mardi Rahayu Kudus, dr. Luluk Adipratikto‎, saat web seminar (webinar), Sabtu (24/7/2021).

"Faktanya tidak semua pasien Covid sembuh dalam dua minggu, meskipun bergejala ringan dan tidak memerlukan perawatan‎," ujar dia, dalam webinar bertema 'Sudah Sembuh Dari Covid Tapi Masih Ada Keluhan?'.

Luluk menyebutkan, mulai dari pasien yang bisa sembuh kurang dari dua minggu, disebut dengan Covid Pendek.

Sedangkan pasien yang sembuh di antara rentang waktu dua sampai 12 minggu disebut sindrom kronis pasca-Covid.

"Kalau masih mengalami keluhan sampai lebih dari 12 minggu, disebut dengan sindrom kronis pasca-Covid," ujarnya.

‎Menurutnya, sejumlah organ yang terdampak di antaranya paru-paru, jantung, otot, ginjal dan pengentalan pada pembuluh darah.

Sehingga tak heran, beberapa kasus penyintas Covid merasakan mudah kelelahan saat beraktifitas.

"‎Karena biasanya virus menyerang ke beberapa organ yang setiap orang kondisinya berbeda," ujar dia.

Untuk penanganannya, kata dia, tidak cukup satu dokter tapi bisa dikonsultasikan dengan beberapa dokter sekaligus.

"Penanganannya bisa dengan pengobatan simptomatis, pengobatan spesifik, dan rehabilitasi atau fisioterapis," katanya.

Selain pengobatan, kata dia, penanganan secara mandiri juga bisa dilakukan dengan relaksasi dan istirahat yang cukup.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved