Breaking News:

Berita Regional

Odha Bisa Ambil Obat ARV untuk Pemakaian Tiga Bulan

Tingginya kasus Covid-19 tak membuat pemerintah hanya berfokus pada penanganan pandemi saja.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muh radlis
IST
Screenshot saat pemaparan secara virtual oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam acara Kompas Talk "Startegi Daerah Hadapi AIDS Selama Pandemi". 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Tingginya kasus Covid-19 tak membuat pemerintah hanya berfokus pada penanganan pandemi saja.

Pelayanan kesehatan untuk penyakit tertentu pun tetap diutamakan, khusus untuk para Odha (Orang dengan HIV AIDS).

Namun, untuk pelayanan tatap muka kini dibatasi mengingat para Odha adalah kelompok rentan tertular virus. Hal itu diungkapkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam acara Kompas Talk "Startegi Daerah Hadapi AIDS Selama Pandemi", Kamis (22/7/2021) lalu.

Nadia mengatakan, meski layanan tatap muka dibatasi, kebutuhan Odha akan obat Anti Retro Viral (ARV) tetap akan terpenuhi. Caranya adalah dengan memberikan ARV untuk pemakaian selama satu, bahkan hingga tiga bulan ke depan.

"Hal itu agar mengurangi resiko penularan Covid-19 saat mendatangi Fasilitas Kesehatan (Faskes)," kata Nadia dalam acara yang digelar secara virtual ini.

Dia melanjutkan, estimasi jumlah Odha di Indonesia sampai dengan Maret 2021 sendiri mencapai 543.100 jiwa. Dari semua itu, 144.632 di antaranya menjalani Anti Retro Viral Treatment (ART).

"Sampai Maret 2021 ini, jumlah Odha yang menghilang dari pantauan atau LFU (Loss Follow Up) di Indonesia sebanyak 68.508 ribu jiwa. Kita harapkan tahun ini jumlah tes lebih banyak," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Nadia, pemerintah juga menargetkan agar 90 persen ibu hamil dapat mengetahui status HIV/AIDS mereka dan 100 persen bayi lahir bisa diawasi potensi penularan dari ibunya.

Estimasi ibu hamil per Januari sampai Maret 2021 sendiri mencapai 4.886.405 jiwa. 520 ribu di antaranya telah melakukan pengetesan. DIketahui dari total pengetesan tersebut, 1590 ibu positif HIV.

"Lalu ibu hamil yang mendapatkan pengobata sebanyak 395 orang. Harapannya, sesuai target dunia, HIV/AIDS bisa berakhir di tahun 2030 dengan strategi triple 90. 90 persen Odha telah mengetahui status kondisi mereka. 90 Persen orang yang telah terdiagnosa HIV mendapatkan terapi ART. Dan 90 Persen dari penerima ART telah mengalami penurunan jumlah virus hingga tak terdeteksi lagi," papar Nadia.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved