Breaking News:

Berita Batang

Pemkab Batang Anggarkan Rp2,3 Miliar Untuk Santunan Kematian, Joko: Sudah Terserap Rp1 Miliar

Pemkab Batang Anggarkan Rp2,3 Miliar Untuk Santunan Kematian, Joko: Sudah Terserap Rp1 Miliar

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Dina Indriani
Kepala Dinsos Batang, Joko Tetuko saat ditemui di kantornya, Kamis (29/7/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang terus menjalankan program santunan kematian melalui e-Sakti.

Kepala Dinsos Batang, Joko Tetuko, mengatakan pada pertengahan tahun 2021 ini, santunan kematian yang sudah terealisasi sektiar Rp1 miliar.

Tak hanya itu, kini Pemkab Batang juga memberikan tambahan anggaran Rp1,3 miliar.

"Sehingga, tahun ini total ada Rp2,3 miliar yang dianggarkan oleh Pemkab Batang untuk santunan kematian."

"Sementara, untuk pengajuan (dari masyarakat) tidak ada peningkatan yang signifikan, masih cukup stabil tapi memang untuk anggaran awal Rp1 miliar sudah terealisasi, sudah terserap," terangnya, Kamis (29/7/2021).

Joko menjelaskan permohonan bantuan santunan tersebut sangat mudah karena menggunakan aplikasi e-Santunan Kematian (E-Sakti) di desa masing-masing, yang dipandu oleh perangkat desa. 

Untuk persyaratan yang dibutuhkan adalah fotokopi Kartu Keluarga, KTP dan juga informasi terkait mendiang dan ahli waris. 

"Aplikasinya e-sakti sangat mudah, kalau persyaratannya komplit hari itu juga bisa langsung cair," ujarnya.

Dikatakannya santunan kematian diperuntukkan bagi warga miskin yang terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun tidak. 

"Bagi warga miskin yang tidak tercatat di DTKS bisa mengajukan permohonan dengan menyertakan surat keterangan dari desa dilengkapi dengan foto rumah," ujarnya.

Dan nantinya jika sudah disetujui, lanjut dia pihak keluarga akan mendapatkan santunan kematian sebesar Rp1 Juta. 

"Tidak hanya itu, bagi warga yang rumahnya permanen dan berkeramik tapi tidak punya penghasilan alias tidak bekerja, bisa mengajukan permohonan dana kematian asalkan ada surat keterangan dari desa," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved