Breaking News:

Berita Jateng

Peneliti Astrazeneca Bantah Kabar Hoaks Tubuh yang Disuntik Vaksin Bisa Terkena Virus

Alumni Beasiswa Djarum (Beswan) Djarum, ikut terlibat dalam penelitian klinis vaksin Astrazeneca.

Editor: muh radlis
IST
Clinical Trial ‎Vaksin for Oxford/Astrazeneca, Indra Rudiansyah 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS -  ‎Alumni Beasiswa Djarum (Beswan) Djarum, ikut terlibat dalam penelitian klinis vaksin Astrazeneca.

Sayangnya, keberadaan vaksin hingga saat ini masih menebarkan berita bohong (hoaks) di tengah masyarakat yang mengkhawatirkan para peneliti.

Clinical Trial ‎Vaksin for Oxford/Astrazeneca, Indra Rudiansyah‎ menepis kabar vaksinasi justru dapat ‎menyebabkan kematian setelah disuntikkan.

"Tidak benar‎ kabar mengenai tubuh yang disuntik vaksin bisa terkena virus. Itu berita hoaks," kata dia, dalam zoom meeting, Kamis (29/7/2021).

Dia menyampaikan, vaksin merupakan bagian dari virus yang sudah dilemahkan untuk mengajari tubuh dalam menghadapi virus tersebut.

Cara kerjanya, kata dia, tubuh manusia memiliki seperangkat sistem imun yang belum mengenali virus Covid-19.

"Setelah sistem imun itu belajar tubuh menjadi siap menghadapi sistem imun tersebut yang bisa dinetralkan," katanya.

Menurutnya, vaksinasi dosis pertama merupakan perkenalan awal, tubuh akan memanggil sistem imun untuk mempelajarinya

"Kemudian tubuh akan membentuk imun memory yang bisa mengatasi saat virus aktif masuk," ujarnya.

Namun, diakuinya antibodi tubuh setelah vaksin bisa menurun setelah enam bulan. ‎Sehingga membutuhkan dosis ketiga untuk menjaga antibodi.‎

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved