Breaking News:

Berita Slawi

Pasar Rakyat di Kabupaten Tegal Bisa Dibuka, Ini Syaratnya

Masuk dalam kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, pasar rakyat di Kabupaten Tegal diperbolehkan beroperasi namun

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala DisdagkopUKM Kabupaten Tegal Suspriyanti (kanan), saat sedang berinteraksi dengan salah satu pedagang di Pasar Pepedan Dukuhturi yang kedapatan tidak memakai masker, Selasa (3/8/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Masuk dalam kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, pasar rakyat di Kabupaten Tegal diperbolehkan beroperasi namun hanya untuk kapasitas 50 persen dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ditemui saat sedang memantau kepatuhan prokes baik pedagang dan pembeli di Pasar Pepedan Dukuhturi, Kepala DisdagkopUKM Kabupaten Tegal Suspriyanti mengatakan, selain kapasitas 50 persen operasional pasar dibatasi hanya sampai pukul 15.00 WIB.

Sedangkan secara teknis khusus di Pasar Pepedan, beberapa pintu yang ada di area pasar ditutup dan hanya ada satu pintu masuk sehingga mudah untuk mengontrol apakah pengunjung mematuhi prokes seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

"Kabupaten Tegal masuk dalam PPKM level 3 sehingga kami pantauan ke beberapa pasar untuk melihat apakah prokes dipatuhi dengan baik atau tidak. Selain ke Pepedan, tadi saya juga ke pasar Banjaran, Pangkah, dan Trayeman. Dari hasil pantauan saya, kesadaran pedagang untuk mematuhi prokes semakin meningkat. Mereka juga punya stok masker sendiri, padahal sebelumnya kadang ada yang tidak bawa," jelas Suspriyanti, pada Tribunjateng.com, Selasa (3/8/2021). 

Menurut Suspriyanti, pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada para pedagang atau pun pembeli di pasar untuk wajib memakai masker saat memasuki area pasar.

Imbauan tersebut sudah diberitahukan pada awal PPKM Darurat bahkan sejak awal pandemi Covid-19.

Sehingga bagi pengunjung yang tidak mengenakan masker, tidak diperbolehkan masuk ke area pasar.

"Tidak bisa saya pungkiri praktik di lapangan pasti masih ada saja pedagang ataupun pembeli yang tidak mengenakan masker. Seperti hari ini saja ada satu, dua orang yang kedapatan tidak memakai masker. Namun harapannya kesadaran masyarakat bisa semakin meningkat, sehingga harapan Bupati Tegal prokes dijalankan di pasar dan pasar tetap beroperasi," ungkapnya.

Dari jumlah pedagang di Pasar Pepedan Dukuhturi sekitar 700 orang, saat ini yang beroperasi hanya sekitar  350 - 400 orang saja.

Pada saat pantauan pun terlihat hampir semuanya patuh mengenakan masker, hanya ditemukan satu dua orang yang tidak memakai masker.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved