Breaking News:

Berita Batang

Kreatif! Sulap Lakban Jadi Lukisan Keren, Seniman Galak Warga Batang Ini Banjir Order

Kreatif! Sulap Lakban Jadi Lukisan Keren, Seniman Galak Warga Batang Ini Banjir Order, Ini Sumber Inspirasinya

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Dina Indriani
Maliki saat mengerjakan lukisan dari lakban hitam pesanan customer di rumahnya di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Minggu (8/8/2021). 

Maliki merupakan seniman Galak dari Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Ia mengubah limbah lakban menjadi lukisan keren bernilai ekonomi tinggi. Ia pun kebanjiran order dari berbagai daerah. Ternyata, ini sumber insipirasinya bermula.

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Di dunia seni Batang, nama Maliki sudah cukup dikenal sebagai seniman Galak.

Seniman Galak bukan berarti sifatnya yang galak atau dalam bahasa indonesia berarti pemarah.

Melainkan Galak merupakan akronim dari Gawe Anggo Lakban, yang berarti dibuat/berkarya dengan lakban.

Maliki, seorang pria yang berasal dari Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah ini sudah beberapa tahun terakhir menggeluti kesenian ini.

Berawal dari dia yang juga seorang guru TK dan sering membuat proposal, hingga suatu ketika ia mulai risih dengan limbah lakban yang berceceran.

Kemudian dengan ide yang tidak disengaja, ditambah tangannya yang terampil, dirangkailah limbah-limbah lakban menjadi sebuah lukisan.

"Di sekolah selain guru saya juga urus administrasi, sering bikin proposal banyak sisa lakban yang terbuang, ya idenya itu muncul tidak sengaja."

"Karena terlalu banyak lakban yang berceceran kemudian saya rangkai, eh kok jadi bagus dan unik waktu itu pertama rangkai bunga," tuturnya, Minggu (8/8/2021).

Maliki menunjukkan satu di antara sekian lukisan dari lakban hitam pesanan customer di rumahnya di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Minggu (8/8/2021).
Maliki menunjukkan satu di antara sekian lukisan dari lakban hitam pesanan customer di rumahnya di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Minggu (8/8/2021). (Tribunpantura.com/Dina Indriani)

Dari situ, Maliki pun terus mempelajari dan berkreatifitas dengan membentuk berbagai macam pola untuk lukisan.

Kemudian lakban ditempel dan dipotong sesuai dengan pola. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved