Breaking News:

Berita Slawi

Investasi di Kabupaten Tegal pada Semester I Capai Rp 539 Miliar

Realisasi investasi di Kabupaten Tegal dari Januari-Juni 2021 mencapai Rp 539,76 miliar, terdiri dari penanaman modal dalam negeri senilai Rp 66,79 mi

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
IST
Bupati Tegal Umi Azizah, saat mengikui konferensi video peresmian aplikasi perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau online single submission (OSS) berbasis risiko oleh Presiden RI Joko Widodo, berlokasi di pendopo rumah dinasnya pada Senin (9/8/2021) lalu. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Realisasi investasi di Kabupaten Tegal dari Januari-Juni 2021 mencapai Rp 539,76 miliar, terdiri dari penanaman modal dalam negeri senilai Rp 66,79 miliar dan penanaman modal asing (PMA) senilai Rp 472,97 miliar. 

Perolehan nilai investasi tersebut ditopang dari perkembangan investasi empat perusahaan PMA besar di Kabupaten Tegal.

Informasi tersebut disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah, di pendopo rumah dinasnya pada Senin (9/8/2021) lalu, usai mengikuti konferensi video peresmian aplikasi perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau online single submission (OSS) berbasis risiko oleh Presiden RI Joko Widodo dari Jakarta.

Umi mengatakan, realisasi nilai investasi di Kabupaten Tegal tersebut bersumber dari data share Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sepanjang semester satu tahun 2021.

“Meski dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19, investasi di Kabupaten Tegal tetap berjalan baik dimana sejumlah perusahaan PMA besar telah melakukan groundbreaking pada periode Januari-Juni 2021, salah satunya rencana pembangunan pabrik sepatu di wilayah Kecamatan Lebaksiu,” kata Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (11/8/2021). 

Menurutnya, sejak Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan petunjuk operasionalnya berupa Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko diberlakukan, telah memberikan sentimen positif bagi investor untuk merealisasikan investasinya, baik yang sedang dalam masa persiapan, masa konstruksi, maupun proses produksi.

Sementara itu, Presiden Jokowi saat meluncurkan aplikasi OSS berbasis risiko mengatakan jika penggunaan OSS ditujukan untuk memberikan kemudahan pengurusan izin usaha. 

Ditekankan Presiden, semua aturan yang menghambat kemudahan berusaha harus dipangkas, termasuk menyederhanakan proses birokrasi dan tidak berbelit.

Menurut laporan Bank Dunia tahun 2020, Indonesia masuk dalam kategori negara dengan status mudah berusaha dan berada di peringkat ke-73 dari 190 negara dalam kemudahan berusaha (ease of doing bussines). 

Namun, menurut orang nomor satu di Indonesia ini capaian tersebut belumlah cukup.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved