Breaking News:

Berita Slawi

197 Warga Binaan Lapas llB Slawi Terpapar Covid-19

Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal masih terus bertambah, penyebaran bisa terjadi dimana saja tak terkecuali di lingkungan lapas llB Slawi

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DESTA LEILA KARTIKA
Suasana di lapas kelas llB Slawi yang beralamat di Jl. Raya Tegalandong, Mejasen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jumat (13/8/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal masih terus bertambah, penyebaran bisa terjadi dimana saja tak terkecuali di lingkungan lapas llB Slawi karena 197 warga binaan (napi) nya terpapar Covid-19.

Informasi tersebut, diperoleh Tribunjateng.com saat mengkonfirmasi langsung ke Kalapas Kelas IIB Slawi, Mardi Santoso, Jumat (13/8/2021) sore.

Sesuai penuturan Kalapas, awal mula terindikasi 197 napi terpapar Covid-19 karena ada petugas di lapas llB Slawi yang terpapar, karena berada di lingkungan yang sama maka dilakukan rapid tes antigen massal, dari jumlah 326 napi didapati 197 orang yang menunjukkan reaktif.

Adapun 197 napi yang terkonfirmasi positif Covid-19 semuanya masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) dan sampai saat ini masih menjalankan isolasi mandiri di blok khusus yang disiapkan pihak lapas.

"Awalnya ada petugas yang positif Covid-19, kemudian kami langsung koordinasi dengan dinkes untuk melakukan tracing namanya di satu lingkungan. Setelah dilakukan tes antigen dan PCR ditemukan 211 napi yang hasilnya menunjukkan positif Covid-19 dan saat ini sisa 197 napi. Semuanya melakukan isoman di blok khusus yaitu B dan C dipisahkan dengan napi lain yang hasilnya negatif," terang Mardi.

Dikatakan 197 napi sudah menjalankan isolasi mandiri selama tujuh hari dan dalam kondisi yang baik dalam arti tidak ada gejala. 

Semua petugas lapas llB Slawi yang berjumlah 64 orang pun sudah tervaksin baik dosis pertama ataupun dosis kedua.

Begitu juga dengan napi pada tanggal 30 Juli 2021 sudah divaksin sebanyak 260 napi, lalu ada 24 yang tidak lolos skrining kesehatan, dan 44 orang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga belum bisa divaksin namun sedang diusahakan. 

Pada kesempatan ini, tak lupa Mardi juga mengucapkan terima kasih nya kepada Bupati Tegal Umi Azizah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Puskesmas Kambangan yang setiap hari melakukan pemeriksaan, Dandim 0712, dan Kapolres Tegal karena sudah sangat membantu. Benar-benar sinergritas yang sangat baik dan cepat tanggap.

Tidak hanya dibantu vaksinasi dan tes antigen, lapas juga dibantu stok obat, vitamin, tenaga kesehatan stanby 24 jam untuk mengontrol kondisi, dan masih banyak lagi.

"Upaya yang kami lakukan setiap hari di antaranya penyemprotan disinfektan di tiap sudut bahkan sudah sejak awal pandemi Covid-19, olahraga bersama berjemur bersama, menyiapkan asupan gizi, vitamin, dan lain-lain," ujarnya. 

Sementara itu saat Tribunjateng.com mencoba mengkonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiadji, mengenai warga binaan lapas yang terpapar Covid-19 apakah masuk klaster atau tidak sampai saat ini belum ada tanggapan.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved