Breaking News:

Berita Nasional

Di Kampus Unusia, Denni Ungkap KPK Sebut Kartu Prakerja ‘Best Practice’ Program Pemerintah

Di Kampus Unusia, Denni Purbasari Ungkap KPK Sebut Kartu Prakerja ‘Best Practice’ Program Pemerintah

Editor: yayan isro roziki
Dok Penyelenggara Program Kartu Prakerja
Rektor Unusia Jakarta, Prof. Dr. Ir. H Maksum Machfoedz (kiri) dan Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari (kanan). 

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari, mengungkapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Program Kartu Prakerja jadi 'Best Practice’ program pemerintah saat ini.

Hal ini disampaikan Denni Purbasari saat menjadi pembicara pada Kuliah Umum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) bertema ‘Prakerja dan Tantangan Kerja di Masa Depan’, Sabtu (14/2021).

Dipaparkan Denni, penilaian tersebut disampaikan Firli Bahuri pada rapat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 5 Agustus 2021 lalu.

Menurut Firli, kata Denni, sistem Prakerja adalah ‘best practice’ yang bisa dijadikan contoh bagi program-program pemerintah lainnya.

Kata Firli, berdasar penuturan Denni, perubahan dan adaptasi digital yang dilakukan Kartu Prakerja terbukti bisa menjangkau begitu banyak daerah di Indonesia dengan meminimalisir persoalan dalam pelaksanaan program.

Selanjutnya, Denni Purbasari memaparkan masalah ketenagakerjaan di Indonesia yang memiliki 135 juta jumlah angkatan kerja dengan 90 persen di antaranya belum pernah mengikuti pelatihan bersertifikat.

Demikian pula profil 7 juta jumlah pengangguran kita, 91 persen di antaranya belum pernah mengikuti pelatihan bersertifikat.

Doktor ekonomi lulusan University of Colorado at Boulder, Amerika Serikat, itu menekankan, dengan tuntutan profesi makin dinamis, terutama dengan meningkatkan keterampilan diri.

Untuk ini, pemerintah tak bisa sendiri dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia, harus bergerak bersama masyarakat termasuk individu per individu.

“Sayangnya, baik perusahaan maupun pekerja kita cenderung tak peduli dengan skilling, upskilling, dan reskilling sebagai upaya peningkatan kualitas angkatan kerja,” ungkapnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunpantura.com.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved