Breaking News:

Berita Banjarnegara

Cerita Kepahlawanan Letnan Kusni Melawan Belanda di Banjarnegara, Gugur Terkena Granat Sendiri

Cerita Kepahlawanan Letnan Kusni Melawan Belanda di Banjarnegara, Gugur Terkena Granat Sendiri

Penulis: khoirul muzaki | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Khoirul Muzaki
Aryoto, adik ipar Letnan Kusni, pahlawan yang gugur usai melawan Belanda di Karangkobar, Banjarnegara. 

Saat Belanda menyerang, Letnan Kusni melakukan perlawanan di Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara. Saat kontak senjata, peluru senapan Belanda mengenai granat yang ada di pinggangnya. Granat meledak, ia terluka parah, akhirnya gugur dalam perjuangan.

TRIBUNPANTURA.COM, BANJARNEGARA - Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) diraih dengan cucuran darah dan air mata.

Para pejuang atau pahlawan rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. 

Tak berlebihan jika mereka, baik dari tentara Indonesia maupun masyarakat sipil diganjar dengan gelar pahlawan.  

Di antara deretan pahlawan yang sudah familiar di masyarakat,  masih ada banyak pahlawan lain meski namanya tak populer. 

Nama pahlawan lokal selama ini kurang mendapat perhatian. Padahal, perjuangan mereka untuk mengusir penjajah tak bisa dinafikan.

Penjajahan terjadi merata di berbagai daerah. Di situ selalu ada pemberontakan dari para pejuang lokal

Letnan Kusni di antara pahlawan yang namanya harum hingga sekarang. Meski tak setenar pahlawan nasional lainnya, perjuangan Letnan Kusni akan terus dikenang.

Namanya diabadikan menjadi nama jalan menuju tanah kelahirannya, Desa Jatisaba Kecamatan Purbalingga  Kabupaten Purbalingga. 

Adik ipar Letnan Kusni, Aryoto mengatakan, saudaranya itu sempat melakukan perlawanan di dataran tinggi, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara hingga gugur

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved