Breaking News:

Berita Slawi

Program Jalabia, Strategi Penjualan Produk UMKM di Kabupaten Tegal Manfaatkan Media Sosial

Program jualan bareng Umi-Ardie (Jalabia) menjadi salah satu ikhtiar Bupati Tegal Umi Azizah dalam membangkitkan usaha mikro, kecil dan menengah

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
IST
Bupati Tegal Umi Aizah, sedang memilah produk ikan asap segar milik Safuri, pelaku UMKM pengasapan di Desa Dermasandi, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Program jualan bareng Umi-Ardie (Jalabia) menjadi salah satu ikhtiar Bupati Tegal Umi Azizah dalam membangkitkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tegal melalui pemasaran di jejaring media sosial. 

Menurut Umi, kebijakan pembatasan aktivitas dan mobilitas selama masa pandemi Covid-19 sangat memukul kehidupan perekonomian pelaku usaha kecil, mikro, dan ultra mikro. 

Sementara upaya konvergensi pemasaran produknya masuk ke pasar digital masih terkendala literasi digital pelaku UMKM.

Di satu sisi, pandemi Covid-19 telah mempersempit akses jalur pemasaran konvensional UMKM karena tempat berjualannya ditutup, dibatasi jam operasionalnya atau pembeli yang berkurang akibat pembatasan mobilitas dan aktivitas warga. 

Namun di sisi lain, lanjut Umi, pembatasan di masa pandemi justru membuka pasar digital yang berkembang semakin pesat seiring dengan bertambahnya pengguna internet dan media sosial.

“Prosesnya simpel, pelaku UMKM diidentifikasi dan dibantu pembuatan video profil usahanya dengan tampilan visual yang menarik untuk kemudian diunggah ke media sosial. Otomatis dari sana ada ribuan orang menonton,” jelas Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (19/8/2021). 

Unggahan profil produk UMKM di kanal media sosial milik orang nomor satu di Kabupaten Tegal dan juga akun Humas Pemkab Tegal pun mendapat banyak apresiasi dari warganet. 

Dari sana pula tak sedikit pesanan yang kemudian masuk ke pelaku usaha usai menyaksikan tayangan Jalabia tersebut.

Terpisah, salah satu pengrajin tempe lonjoran daun jati di Desa Margasari, Kecamatan Margasari, Solikhin (46), mengaku dalam empat hari sejak unggahan Jalabia tayang, sudah ada tambahan pesanan 100 lonjor tempe jati.

“Iya, mereka pembeli baru memesan tempe saya setelah melihat di medsos bu Umi borong tempe saya. Ada yang untuk hajatan, ada juga yang mau dibawa ke Jakarta untuk oleh-oleh, unik katanya,” ujar Solikhin.

Hal senada juga disampaikan Mita (23), pemilik usaha pembuatan roti dan cemilan kue brownies kering asal Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah ini mengaku senang tempat produksinya dikunjungi Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie dan diulas lewat program Jalabia.

“Alhamdulillah sangat senang bisa dibantu pemasarannya, insyaallah sangat bermanfaat disamping menambah semangat kami pelaku UMKM Kabupaten Tegal,” kata Mita.

Sejak diunggah akhir tahun 2020 lalu, sudah ada belasan produk UMKM yang diulas melalui program Jalabia ini.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved