Breaking News:

Berita Slawi

Fakhrur Olah Lahan 250 Meter Persegi untuk Budidaya Melon di Tegal, Sekali Panen Raup Rp21 Juta

Fakhrur Olah Lahan 250 Meter Persegi untuk Budidaya Melon Golden Alisha, Sekali Panen Raup Rp21 Juta. Ceritakan keberhasilnya ke bupati tegal

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: yayan isro roziki
Humas Pemkab Tegal
Bupati Tegal Umi Azizah, memetik melon varietas golden alisha di Green House milik Fakhrur, di Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Kamis (19/8/2021). 

Budidaya Melon Golden Alisha di Lahan Sempit, Sekali Panen Omzet Mencapai Rp 21 Juta. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Bupati Tegal Umi Azizah, menyebut di era revolusi industri 4.0 ini tidak banyak anak muda yang mau bertani.

Satu di antara alasan klasik yang mengemuka adalah karena keterbatasan lahan. 

Namun lain halnya dengan Fakhrur Al Izza (27), pemuda ini justru mampu mengolah lahan seluas 250 meter persegi untuk budidaya melon golden alisha

Sekali panen, ia bisa memetik 500-600 buah dengan omzet penjualan mencapai Rp21 juta.

Apresiasi pun datang dari Bupati Tegal Umi Azizah, saat meninjau Green House, tempat budidaya melon milik Fakhrur di Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru. 

Di hadapan orang nomor satu di Kabupaten Tegal ini Fakhrur mengaku tertarik menanam melon varietas golden alisha karena peluang pasar tanaman holtikultura ini cukup tinggi dan harganya stabil.

Selain rasa buahnya yang manis, melon ini termasuk jenis buah premium yang dijual di supermarket.

Masa panen melon ini pun terbilang singkat, sekitar dua bulan sekali. Untuk satu kilogram melon ia bandrol harga Rp25 ribu.

Meski baru merintis, Fakhrur sudah mampu mengakses pasar penjualan buah di supermarket.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved