Breaking News:

Berita Tegal

Penjaga Makam di Tegal Dilatih Manfaatkan Lahan Pemakaman Jadi Tempat Budidaya Lebah Klanceng

Siapa yang menyangka, Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang terkesan angker rupanya bisa menjadi tempat budidaya lebah madu.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Juru kunci Makam Mbah Tunon, Kota Tegal, diajarkan cara memindahkan telur lebah klanceng dari bambu ke kayu kotak yang sudah disediakan, Kamis (26/8/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, TEGAL - Siapa yang menyangka, Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang terkesan angker rupanya bisa menjadi tempat budidaya lebah madu.

Ya, pemanfaatan itu ada di komplek pemakaman Mbah Tunon di Kelurahan Tunon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. 

Juru kunci di sana diajarkan cara membudidayakan lebah madu oleh peternak lebah yang tergabung dalam Asosiasi Perlebahan Indonesia (API).

Mereka diajarkan cara membudidayakan lebah klanceng yang biasanya membuat sarang di tumbuhan bambu. 

Mulai dari mencari bambu yang dijadikan saran, membelah bambu tersebut, memindahkan telur ke kotak kayu, hingga memanen madu yang dihasilkan. 

Selain jenis klanceng, juru kunci juga diajarkan cara membudidayakan lebah lokal apis cerana.

Peternak dan pawang lebah di Tegal, Tejo Asmoro mengatakan, pelatihan budidaya lebah tersebut bertujuan agar juru kunci dapat memanfaatkan lahan pemakaman dengan baik. 

Madu yang dipanen menjadi hasil yang diperoleh juru kunci karena telah merawat sekaligus menanami tumubuhan di pemakaman.

Seperti tanaman mangga, jambu, kakao dan sebagainya. 

"Jadi kami ajarkan bagaimana membudidayakan lebah klanceng yang banyak ditemukan di bambu. Selain itu kami ajarkan juga cara membudidayakan lebah lokal apis cerana," kata Tejo yang juga anggota API, kepada tribunjateng.com, Kamis (26/8/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved