Breaking News:

Berita Tegal

Penjaga Makam di Tegal Dilatih Manfaatkan Lahan Pemakaman Jadi Tempat Budidaya Lebah Klanceng

Siapa yang menyangka, Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang terkesan angker rupanya bisa menjadi tempat budidaya lebah madu.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Juru kunci Makam Mbah Tunon, Kota Tegal, diajarkan cara memindahkan telur lebah klanceng dari bambu ke kayu kotak yang sudah disediakan, Kamis (26/8/2021). 

Ia mengatakan, lebah klanceng dalam satu masa panen sekira tiga bulan, menghasilkan sebanyak 300 mililiter madu. 

Sejumlah 300 mililiter harganya mencapai Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu. 

Sementara lebah lokal apis cerana bisa menghasilkan madu per bulan sebanyak setengah kilogram. 

Harga per 1 kilogramnya mencapai Rp 250 ribu. 

"Budidaya ini sangat mudah. Yang penting itu lingkungannya lestari atau banyak tumbuhan yang menjadi pakan lebah," jelasnya. 

Juru kunci Makam Tunon, Suwardi (68), mengaku sangat berterima kasih atas pelatihan yang diberikan peternak lebah yang tergabung dalam API. 

Ia akan mengaplikasikan ilmu yang diberikan agar bisa membuahkan hasil.

Menurut Suwardi, hasil panen madu akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Sisanya akan dijual untuk mendanai pemugaran Makam Mbah Tunon. 

"Saya sangat berterima kasih, terutama mengucapkan syukur alhamdulillah kepada Allah. Di sini saya akan menjaga dan memelihara budidaya lebah yang hasil madunya sudah jelas akan bermanfaat," ungkapnya.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved