Breaking News:

Berita Slawi

Tim Sibat Desa Sidakaton Kabupaten Tegal Ikuti Orientasi Pengendalian Kejadian Luar Biasa

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan asal Korea Selatan yaitu Korea Internasional Cooperation

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DESTA LEILA KARTIKA
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal Iman Sisworo (kemeja putih lengan panjang), secara simbolis memasangkan tanda pengenal kepada perwakilan siaga bencana berbasis masyarakat (Sibat) Desa Sidakaton yang mengikuti kegiatan orientasi pengendalian kejadian luar biasa (KLB) dan surveilans berbasis masyarakat (SBM), Senin (30/8/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan asal Korea Selatan yaitu Korea Internasional Cooperation Agency (Koica), mengadakan kegiatan orientasi pengendalian kejadian luar biasa (KLB) dan surveilans berbasis masyarakat (SBM) bagi siaga bencana berbasis masyarakat (Sibat) Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Senin (30/8/2021). 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari mulai Senin (30/8/2021) dan Selasa (31/8/2021) berlokasi di Balai Desa Sidakaton, diikuti oleh enam orang anggota aktif Sibat Desa Sidakaton dan 11 orang tokoh masyarakat yang merupakan satgas gugus tugas Desa.  

Selain membahas mengenai KLB dan SBM, pada kesempatan ini peserta juga diberikan edukasi mengenai program penguatan respon Covid-19 dan penanganan Covid-19 di desa.

Ditemui setelah membuka kegiatan secara resmi, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal Iman Sisworo mengatakan, tujuan kegiatan kali ini bagaimana tim Sibat bisa mengatasi kejadian luar biasa seperti bencana alam atau utamanya adalah penanganan dan pencegahan Covid-19. 

"Jadi kegiatan ini merupakan program PMI pusat dengan Koica, kemudian kami yang di daerah mengirimkan proposal kemudian dinilai.

Kami salah satu yang memenuhi syarat untuk mengadakan kegiatan orientasi KLB dan SBM.

Di kami ada dua Desa yang mengadakan yaitu di Sidakaton dan Guci, intinya Desa yang terdapat Sibat nya," terang Iman, pada Tribunjateng.com.

Pada hari pertama kegiatan, peserta mendapat materi tentang pengendalian KLB seperti memahami KLB, prinsip pengendalian, tindakan pengendalian, pengenalan perangkat, dan penjelasan pembekalan Sibat.

Sedangkan hari kedua, dijelaskan materi mengenai pengendalian SBM seperti pertolongan pertama psilogis, definisi kasus masyarakat, pengelolaan rumor, penelusuran kontak atau tracing, pelaporan, pelaporan Google form, dan ada pre test.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat sehingga jumlah peserta juga sangat dibatasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved