Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

Bank Indonesia Tegal Gelar Sampan Digifest 2021, Taufik: Membentuk Ekosistem Keuangan Didigtal

Bank Indonesia Tegal Gelar Sampan Digifest 2021, Taufik: Membentuk Ekosistem Keuangan Didigtal

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal M. Taufik Amrozy, saat memberikan pemaparan pada kegiatan Sampan Digifest 2021 mengusung tema "Membangun Ekosistem Digital untuk Akselerasi Ekonomi Nasional, Rabu (1/9/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI -  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal menyelenggarakan rangkaian kegiatan Sampan Digifest 2021 mengusung tema "Membangun Ekosistem Digital untuk Akselerasi Ekonomi Nasional." 

Berlangsung secara virtual, forum webinar ini diikuti oleh rekan media dan mahasiswa generasi baru Indonesia (Genbi) se-Eks Karesidenan Pekalongan, Rabu (1/9/2021). 

Adapun rangkaian kegiatan kali ini berfokus pada forum webinar mengenai ekonomi digital, talkshow, dan showcasing produk UMKM syariah berbasis digital dalam bentuk virtual fashion show. 

Sebagai pembicara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal M. Taufik Amrozy menuturkan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menginternalisasi (membentuk pola pikir) pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital kepada masyarakat luas. 

Menurutnya, digitalisasi perlu dipercepat karena adanya pandemi Covid-19 berdampak pada semakin berkembang pesat digitalisasi di setiap aspek kehidupan. 

Masyarakat semakin familiar mengadopsi teknologi digital untuk aktivitas ekonomi dan keuangan. 

Ekonomi digital dapat menjadi solusi bagi para UMKM yang mengalami keterbatasan dalam aktivitas pemasaran fisik untuk tetap berproduksi dan memasarkan produknya. 

"Perlu saya sampaikan, ekonomi digital semakin terbantu dengan adanya Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS)."

"Jumlah merchant QRIS di wilayah kerja Kantor BI Tegal posisi Agustus 2021 sebanyak 101.750 merchant, meningkat 63 persen dari jumlah merchant QRIS pada Desember 2020."

"Pertumbuhan merchant QRIS ini bertujuan untuk dapat mendukung program nasional 12 juta merchant QRIS, dimana saat ini se-Indonesia telah terdapat 8,1 juta merchant," ungkap Taufik, pada Tribunpantura.com

Taufik memaparkan, untuk mendorong digitalisasi di wilayah eks Karesidenan Pekalongan, upaya telah dilakukan melalui pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di 7 kabupaten/kota. 

Pembentukan tim ini diharapkan dapat mendorong dan memfasilitasi berkembangnya ekosistem ekonomi dan keuangan digital di masing-masing wilayah kerja. 

Dengan adanya TP2DD, diharapkan  dapat mewujudkan transparansi, tata kelola keuangan yang lebih baik, meningkatkan potensi penerimaan Pemda melalui pemanfaatan teknologi. 

Sementara itu, Taufik juga menyebut digitalisasi di daerah sangat strategis untuk memfasilitasi distribusi atau penyaluran, pemantauan, dan memastikan agar penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. 

"Transformasi digital penyaluran bansos, berorientasi pada optimalisasi penggunaan layanan keuangan digital dan kebutuhan penerima manfaat bansos yang mengedepankan prinsip cepat, mudah, murah, aman, dan andal," ujarnya.  

Sebagai upaya meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat terkait ekonomi dan keuangan digital, pada kegiatan Sampan Digifest 2021 kali ini sebagian besar akan diisi oleh kegiatan webinar dengan tema ekonomi dan keuangan digital. (dta) 

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved