Breaking News:

Berita Slawi

Kode Silang di Dahi Jadi Kunci Terungkapnya Aksi Bejat Asari ke Anak Tirinya

Bejat dan tega, merupakan dua kata yang tepat untuk menggambarkan sosok pelaku bernama Asari (AS) karena mencabuli anak tirinya yang masih berusia

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DESTA LEILA KARTIKA
Rilis ungkap kasus ayah tega cabuli anak tiri yang masih dibawah umur dan mengalami keterbelakangan mental, berlokasi di halaman Polres Tegal, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Bejat dan tega, merupakan dua kata yang tepat untuk menggambarkan sosok pelaku bernama Asari (AS) karena mencabuli anak tirinya yang masih berusia 11 tahun dan mengalami keterbelakangan mental.

Dalam rilis kasus yang berlangsung di halaman Polres Tegal Kamis (2/9/2021), terungkap bahwa pelaku melancarkan aksinya pada Senin (14/6/2021) lalu saat kondisi rumah sepi karena sang isteri sedang pergi membeli sarapan dan ia hanya berdua dengan korban (anak tiri).

Karena kondisinya, maka korban tidak langsung melaporkan atau memberitahukan apa yang ia alami kepada sang ibu.

Menurut Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at, kecurigaan sang ibu mulai muncul saat sedang memandikan anaknya (korban) ia mendapati sesuatu di celana dalam (sperma), kemudian ia melihat ke bagian intim korban dan mendapati hal yang sama.

"Karena sang anak mengalami keterbelakangan mental dan sulit saat ditanyai, maka sang ibu beinisiatif dengan menunjukkan foto pelaku kepada korban.

Tiba-tiba korban memberi isyarat dengan menyilangkan jari di dahinya (isyarat orang gila), dan menunjuk ke arah organ intim nya kemudian korban seperti merasa jijik.

Merasa curiga akhirnya memutuskan melapor ke kami guna proses hukum lebih lanjut," papar Kapolres Tegal AKBP Arie, pada Tribunjateng.com. 

Setelah hasil penyelidikan dan cukup bukti, Satreskrim Polres Tegal langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka pada Kamis (5/8/2021) lalu di sekitar Slawi. 

Adapun barang bukti yang turut diamankan yaitu satu celana dalam, satu celana panjang warna kuning motif loreng hitam, satu kaos lengan pendek warna hijau, dan satu lembar surat pernyataan yang dibuat oleh pelaku dan ditandatangani di atas materai Rp 10.000 pada 5 Agustus 2021 lalu.

"Pelaku kami jerat dengan pasal 81 ayat 2 Jo pasal 76 atau pasal 82 ayat 1 Jo pasal 76e UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved