Breaking News:

Berita Pekalongan

ASN Kota Pekalongan 100 Persen Kembali Ngantor, Aaf: WFO Dorong Percepatan Vaksinasi

ASN Kota Pekalongan 100 Persen Kembali Ngantor, Wali Kota Aaf: WFO Dorong Percepatan Vaksinasi

Tribunpantura.com/Indra Dwi Purnomo
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid(Aaf). 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Pekalongan kini sudah 100 persen kerja di kantor alias work from office (WFO).

Menurut Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf), kebijakan ASN Pekalongan 100 persen ngantor ini untuk mendorong percepatan vaksinasi.

Diketahui, Kota Pekalongan saat ini masuk zona kuning dan menempati PPKM level 2.

Dituturkan Aaf, capaian vaksinasi dosis pertama sudah sebesar 39 persen, sementara dosis kedua baru 21 persen.

"Rendahnya capaian dosis kedua dikarenakan ada problem droping vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah."

"Jadi ada kendala dalam pengisian data pada aplikasi terkait," ujar Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada Tribunpantura.com, Senin (6/9/2021).

Untuk itu Aaf menilai dengan status ASN yang sudah WFO ini, bisa membantu melakukan pendataan vaksinasi.

Sehingga Kota Pekalongan bisa mendapatkan droping vaksin lebih banyak lagi.

"Alhamdulillah, saat ini pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Pekalongan juga didukung oleh jatah stok vaksin dari TNI dan Polri yang sangat membantu dalam meningkatkan herd immunity masyarakat," imbuhnya.

Aaf mengatakan, meskipun semua pelayanan publik 100 persen sudah dibuka, tetapi pihaknya berpesan kepada masyarakat agar tidak abai terhadap prokes.

Prokes harus dijalankan dengan disiplin dan ketat, agar kasus Covid-19 tidak kembali meningkat.

"Alhamdulillah usaha yang masyarakat dan pemerintah lakukan selama ini membuahkan hasil, sehingga kasus Covid-19 di kota Pekalongan dapat melandai. Kami tekankan jangan sampai abai prokes," katanya.

Pihaknya menambahkan, Pemkot Pekalongan akan fokus pada pemulihan ekonomi masyarakat.

Mengingat beberapa sektor ekonomi termasuk UMKM terdampak Covid-19 dan pemberlakuan PPKM.

"Berbagai upaya akan kami lakukan. Kami juga dorong para umkm ini untuk bisa go digital memasarkan produknya."

"Salah satunya melalui pelatihan digital marketing yang dilakukan oleh Dindagkop UKM."

"Mari Kita bersama-sama untuk bangkitkan sektor ekonomi," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved