Breaking News:

Berita Batang

Beberapa SMA di Kabupaten Batang Mulai Lakukan Simulasi PTM Terbatas

Sejumlah SMA di Kabupaten Batang mulai melaksanakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekaligus menjalani Penilaian Harian Bersama (PHB) secara o

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
IST
Sejumlah pelajar SMAN 1 Batang saat melaksanakam PTM terbatas, Senin (6/9/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Sejumlah SMA di Kabupaten Batang mulai melaksanakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekaligus menjalani Penilaian Harian Bersama (PHB) secara online.

Dalam simulasi PTM secara terbatas tersebut dilakukan dengan jumlah pelajar yang dibatasi tiap tingkatnya hanya dua rombongan belajar (rombel).

Jumlah pelajar yang mengikuti PTM maksimal 216 anak dari jumlah keseluruhan siswa 964.

Simulasi akan digelar selama dua pekan ke depan.

Kepala  SMAN 1 Kabupaten Batang Sukalim, mengatakan pihaknya tetap menantikan keputusan dari pihak Provinsi Jawa Tengah dan selanjutnya akan dievaluasi dulu, bila keputusannya bisa dilanjutkan, artinya boleh menggelar PTM Terbatas secara bertahap. 

“Sekarang kegiatan anak didik kami sedang mengikuti PHB, tentu ini perlu dibudayakan dengan cara disimulasikan, agar anak-anak terbiasa, mulai mencuci tangan, diukur suhu tubuhnya, mengikuti pembelajaran dengan mengatur jarak, mudah-mudahan bisa berlanjut,” tuturnya, Senin (6/9/2021).

Lebih lanjut, dijelaskannya, evaluasi yang akan dilakukan antara lain dengan melakukan pengecekan kondisi siswa setelah PTM, apakah muncul klaster baru dari lingkungan pendidikan atau tidak.

“Kalau itu tidak muncul, berarti kan kondisi di simulasi ini tidak ada masalah,” ujarnya 

Ia menambahkan, untuk memastikan, setiap hari para pendidik akan melakukan pendataan kondisi nyata kesehatan siswa.

“Catatan-catatan itu digunakan sebagai dokumen, Kalau nanti ada evaluasi,” imbuhnya.

Wakil Kepala Bidang Kehumasan, Nur Nasetya Wibowo menambahkan, PHB sudah menjadi program sekolah, dan secara kebetulan waktunya bersamaan dengan simulasi PTM.

Ia memastikan, apabila siswa telah selesai PHB nanti akan dievaluasi, jika tidak ada sesuatu yang terkendala, seperti timbulnya klaster baru, maka hasil evaluasi dijadikan acuan untuk menggelar PTM Terbatas.

“Semua kegiatan di masa pandemi dilaksanakan secara daring, demikian pula penilaian, adapun sebagian siswa dihadirkan di sekolah untuk mengikuti PHB, karena memang kondisi secara fisik dan sarana prasarana juga sudah siap,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved