Breaking News:

Berita Nasional

Guru Besar IPB Sebut Kartu Prakerja Terbukti Bermanfaat, Hermanto: Harus Lepas dari Intrik Politik

Guru Besar Fakultas Ekonomi IPB Hermanto Siregar: Terbukti Bermanfaat Tingkatkan Kompetensi, Kartu Prakerja Harus Lepas dari Kepentingan Politik

Editor: yayan isro roziki
Dok Program Kartu Prakerja
Talk show FEM Station, yang digelar Fakultas Ekonomi Manajemen IPB University, bertema ‘Mengukur Efektivitas Program Kartu Prakerja, kemarin. 

TRIBUNPANTURA.COM - Guru Besar Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) IPB University Hermanto Siregar menyebut program Kartu Prakerja sudah terbukti bermanfaat untuk membangun dan meningkatkan skil angkatan kerja.

Karena itu, Prakerja harus dilepaskan dari intrik dan kepentingan politik tertentu.

Dituturkan, harus diakui Prakerja awalnya lahir sebagai bagian dari janji kampanye Presiden Jokowi.

Namun, dengan manfaat nyata yang dihasilkannya, akan sangat disayangkan jika program peningkatan kompetensi angkatan kerja, yang juga lazim dikembangkan di berbagai negara maju melalui lembaga semacam ‘Skills Development Fund’, tiba-tiba terhenti dan tak dilanjutkan di pemerintahan berikutnya.

Pernyataan itu disampaikan Guru Besar Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) IPB University Hermanto Siregar saat menjadi narasumber talk show FEM Station bertema ‘Mengukur Efektivitas Program Kartu Prakerja’, baru-baru ini.

Dimoderatori Hardy Hermawan, talk show ini juga menghadirkan Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari.

“Dari testimoni alumni berbagai gelombang yang sudah dilaksanakan, program Kartu Prakerja memberi nilai manfaat sangat tinggi."

"Terutama karena pelatihan-pelatihan dari Kartu Prakerja hadir sebagai pelengkap dari pembelajaran di sekolah kejuruan, perguruan tinggi, maupun training-training yang selama ini dilaksanakan kementerian atau lembaga lain,” kata Hermanto, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/9/2021).

Rektor Perbanas Institute ini juga menggarisbawahi, pandemi Covid-19 mengajarkan kepada kita banyak hal baru, termasuk di antaranya pola baru dalam kegiatan pembelajaran.

Yakni cara belajar dalam jaringan (daring) yang ternyata memiliki efekftivitas tersendiri secara waktu dan biaya, khususnya dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Karena itu, meski pada Semester I 2022 pelatihan di Kartu Prakerja direncanakan juga berlangsung secara luring atau offline, program ini harus tetap mempertahankan karakter khas dan pasar yang sudah terbentuk selama ini."

"Pelatihan secara daring jangan dihilangkan sama sekali,” kata Hermanto.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved