Breaking News:

Berita Jateng

Modus Peredaran Rokok Ilegal Mulai Merambah ke E-Commerce

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kabupaten Kudus menilai modus peredaran rokok ilegal semakin hari semakin beragam. 

Editor: muh radlis
IST
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kabupaten Kudus ungkap kasus peredaran rokok ilegal lewat e-commerce. 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kabupaten Kudus menilai modus peredaran rokok ilegal semakin hari semakin beragam. 

Tidak hanya melalui transaksi secara langsung, penjualan barang ilegal ini juga sudah dilakukan melalui e-commerce. 

Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus, Gatot Sugeng Wibowo menyampaikan, Bea Cukai Kudus berhasil menindak pelaku penjualan rokok ilegal yang melakukan penawaran melalui e-commerce pada Selasa (7/9/2021) lalu.

Penindakan dilakukan di dua lokasi sekaligus dari jasa pengiriman yang terletak di Jalan Raya Bungo Ketapang, Kabupaten Demak, dan rumah tempat penimbunan rokok ilegal di Desa Robayan Kalinyamatan, Jepara. 

Dalam rangka melaksanakan Operasi Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Kudus melakukan pemantauan dan analisa penawaran rokok ilegal di beberapa e-commerce di Indonesia. 

Selanjutnya didapati kesimpulan pada hari Selasa (7/9/2021) sekitar pukul 18.00 WIB akan dilakukan pengiriman Barang Kena Cukai (BKC) berupa rokok diduga ilegal dari wilayah Jepara yang akan dikirim melalui jasa pengiriman. 

"Dari hasil analisa, Tim Intelijen dan Penindakan Bea Cukai Kudus bergegas menuju jasa pengiriman yang akan digunakan untuk mengirim rokok," kata dia, Kamis (9/9/2021).

Sekitar pukul 19.00, tim melihat sebuah mobil warna abu-abu metalik, yang diduga membawa rokok ilegal tiba dan memasuki jasa pengiriman untuk mendaftarkan barang kirimannya.

"Tim segera melakukan penindakan, pada saat rokok ilegal sedang didaftarkan untuk dikirimkan melalui jasa pengiriman tersebut," ujarnya. 

Dari hasil pemeriksaan, diperoleh bukti empat slop (isi 10 bungkus) dan  delapan paket berisi total 107 slop rokok ilegal berbagai merk (DALILL BOLD, BLITZ, TIGA JAYA, C@FFEE STIK, SMD, L4, SUMBER BARU), tanpa dilekati pita cukai dan menggunakan pita cukai palsu. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved