Breaking News:

Berita Jateng

Kisah Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti saat Tangani Jatuhnya Pesawat Lion Air, Mimpi Didatangi Korban

Sebagian orang mungkin takut melihat atau mendekati mayat. Terlebih jasad itu korban yang meninggal secara tragis, semisal

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
IST
Podcast Polisine Jateng di lobby Hotel Quest Semarang, Bidhumas Polda Jateng, Kamis (9/9/2021) 

TRIBUNPANTURA.COM, WONOSOBO - Sebagian orang mungkin takut melihat atau mendekati mayat.

Terlebih jasad itu korban yang meninggal secara tragis, semisal korban bencana, insiden bom hingga pembunuhan. 

Ternyata, ada orang-orang tertentu yang justru menggeluti profesi sebagai pemeriksa mayat, atau lebih dikenal dokter forensik. 

Di institusi Polri, profesi ini sangt dibutuhkan untuk membantu kerja-kerja Kepolisian, atau pengungkapan kasus hukum  yang berkaitan dengan kematian korban. 

Nama Kombes. Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, DFM, Sp.F, familiar di dunia perforensikan Indonesia.

Ia adalah satu-satunya Polisi Wanita (Polwan) doktor forensik di Indonesia. 

Hastry merasa tertarik pada dunia forensik berawal dari penugasannya di Poltabes (kini Polrestabes) Semarang.

Saat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan, ia bukannya ngeri, namun justru tertarik untuk melaksanakan tugas itu. 

Ia tertantang untuk ikut mengungkap kasus yang menjadi misi kepolisian. 

“Saya melihat kasusnya cukup menarik dan merasa banyak yang bisa diperbuat oleh ilmu kedokteran," ungkapnya, Jumat (10/9/2021) 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved