Breaking News:

Berita Viral

Viral di Medsos, Nenek Murah Makan Nasi Berkuah Air Hujan di Tegal, Kini Dapat Perhatian Kemensos

Viral di Medsos, KOndisi Memprihatinkan Nenek Murah Makan Nasi Berkuah Air Hujan di Tegal Dapat Perhatian Kemensos

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika
Nenek Murah (76), saat ditemui di kediamannya yang beralamat di Desa Jatilaba, RT 01, RW 10, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Selasa (7/9/2021). Nenek Murah sedang viral di media sosial Instagram karena kisahnya yang diceritakan hidup sebatang kara dan hanya makan nasi berkuah air hujan. 

Nasib memprihatinkan Nenek Murah (76) warga Kabupate Tegal yang makan nasi berkuah air hujan viral di media sosial Instagram. Setelah viral, Nenek Murah mendapat perhatian dari Kemensos.

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Kementerian Sosial (Kemensos) RI berencana memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) yang ditinggali nenek Murah (76), warga Desa Jatilaba, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal

Informasi ini disampaikan Manajer Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Trengginas Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Joko Priono, dalam rilis yang diterima Tribunpantura.com, Jumat (10/9/2021). 

Sebelumnya, nenek Murah sempat viral di media sosial karena kondisinya yang memprihatinkan. 

Nenek Murah (76), saat ditemui di kediamannya yang beralamat di Desa Jatilaba, RT 01, RW 10, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Selasa (7/9/2021). Nenek Murah sedang viral di media sosial Instagram karena kisahnya yang diceritakan hidup sebatang kara dan hanya makan nasi berkuah air hujan.
Nenek Murah (76), saat ditemui di kediamannya yang beralamat di Desa Jatilaba, RT 01, RW 10, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Selasa (7/9/2021). Nenek Murah sedang viral di media sosial Instagram karena kisahnya yang diceritakan hidup sebatang kara dan hanya makan nasi berkuah air hujan. (Tribunpantura.com/Desta Leila Kartika)

Sejumlah bantuan pun mengalir kepada lansia yang sehari-hari bekerja mengumpulkan barang bekas ini. 

Murah yang sejak April 2020 tercatat sebagai penerima bansos tunai dana desa tersebut tinggal sendiri di rumah milik saudaranya.

Joko mengatakan, rencana perbaikan rumah tempat tinggal Murah masih masih dalam tahap pembuatan rencana anggaran biaya (RAB) untuk selanjutnya akan diajukan pihaknya ke Kemensos. 

”Saat ini RAB sedang kita buat dan akan diajukan ke Kemensos. Kita usahakan secepatnya selesai,” kata Joko. 

Adapun perbaikan rumah tempat tinggal Murah hanyalah sebatas merapikannya sampai layak huni. 

Sementara perbaikan menyeluruh lewat program rehab rumah tidak layak huni (RTLH) tidak dapat dilakukan karena kepemilikan tanahnya bukan milik Murah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved