Breaking News:

Berita Batang

Swab Antigen Gratis bagi Peserta Selesi PPPK dan CASN di Batang, Simak Jadwal dan Tempat Layanan

Swab Antigen Gratis bagi Peserta Selesi PPPK dan CASN di Batang, Simak Jadwal dan Tempat Layanan

Penulis: dina indriani | Editor: yayan isro roziki
Diskominfo Batang
Peserta PPPK saat menjalani tes swab antigen di Gedung PSC 119, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, Senin (13/9/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Sebelum mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK), peserta diwajibkan menjalani pemeriksaan swab antigen sehari sebelum mengikuti tes.

Dinas Kesehatan Batang telah membuka pelayanan swab gratis di Gedung PSC 119, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, Senin (13/9/2021).

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Yuli Suryandaru mengatakan pemeriksaan swab antigen gratis khusus bagi peserta P3K guru yang akan mengikuti tes.

Sedangkan bagi peserta tes Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), digelar di puskesmas setempat.

“Setiap hari ada 396 peserta yang harus menjalani pemeriksaan swab antigen."

"Kami melayani swab antigen hingga hari Kamis mendatang, mulai pukul 08.00 - 13.00 WIB,” ujarnya.

Dijelaskannya, para peserta cukup membawa fotokopi KTP dan kartu tes P3K yang sudah dicetak secara online.

“Swab ini diperuntukkan bagi mereka yang mendaftar untuk formasi Kabupaten Batang, mereka yang ber-KTP Kabupaten Batang. "

"Kalau kebetulan orang luar daerah tapi daftar di Batang dipersilakan swab di sini, atau orang Batang yang daftar di luar daerah,” jelasnya.

Salah satu peserta P3K guru, Faiz Amriana mengatakan di masa Pandemi Covid-19, peserta tes wajib menyertakan syarat hasil swab antigen dari Dinkes.

Ia mengharapkan, agar tes P3K dibuka setiap tahun dan nasib para guru honorer lebih diperhatikan. 

“Untuk sekarang ini kan memang guru dikhususkan ke P3K, jadi ikuti arusnya sebenarnya kalau usia ya masih cukup untuk tes CASN,”  ujarnya.

Ia merasa sedikit kerepotan karena diwajibkan swab antigen, dibandingkan tahun sebelumnya lebih praktis karena tidak ada syarat menyertakan hasil swab.

“Ini juga sedikit mengganggu jadwal kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), namun secara psikologi tidak membuat cemas,” ujarnya.

Menurut dia, pemeriksaan yang dipusatkan di Dinkes sedikit merepotkan teman-teman guru yang berasal dari luar Kecamatan Batang.

“Kurang efektif buat yang dari yang dari luar daerah sehingga harus menyempatkan waktu lagi,” pungkasnya. (din)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved