Breaking News:

Kriminal dan Hukum

Tak Cerai, Perangkat Desa di Rembang Minta Istri Nikah Lagi, Terjerat Utang dan Tak Perkasa Lagi

Tak Cerai, Perangkat Desa di Rembang Minta Istri yang kepala paud Nikah Lagi, Terjerat Utang dan Tak Kuat Layani di Ranjang. bantu palsukan dokumen

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: yayan isro roziki
pixabay.com
Ilustrasi pasangan suami istri - Seorang perangkat desa di Rembang, meminta istrinya yang seorang Kepala PAUD menikah lagi dengan pria lain. Si suami pun membantu memalsukan dokumen agar istrinya bisa nikah lagi. Ini dilakukan karena keduanya terjerat utang, dan si perangkat desa mengaku tak kuat melayani istrinya di ranjang. 

TRIBUNPANTURA.COM, REMBANG - Seorang perangkat desa di Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Sucipto alias SC (44) meminta kepala sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang merupakan istrinya, Badriah alias BD (36) untuk menikah lagi dengan pria lain.

Ini dilakukan karena si suami yang perangkat desa itu terlilit utang, serta di sisi lain tak lagi kuat melayani 'kebutuhan ranjang' istrinya yang seorang kepala PAUD.

Walhasil, si suami yang berangkat desa itu membantu memalsukan dokumen agar si istri bisa menikah lagi dengan pria lain.

Dilansir kompas.com, Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan, alasan SC mengizinkan BD menikah karena tak bisa melayani sang istri dengan maksimal.

Pria yang berprofesi sebagai perangkat desa ini lantas membantu sang istri memalsukan dokumen pernikahan di kantor urusan agama (KUA).

"Pemalsuan data-data untuk membuat akta nikah, di mana pelaku ini tersangka adalah suami istri dengan alasan ekonomi."

"Mereka sepakat untuk istrinya nikah lagi, dengan sebelumnya membuat profil di akun medsos MiChat," kata Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan saat ditemui awak media di Mapolres Rembang, Senin (13/9/2021).

Dengan memalsukan dokumen tersebut, sang istri kemudian menikah dengan laki-laki, yang kini sudah tiga bulan dinikahinya itu.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan adalah kurang puasnya si istri ini," ucap Dandy.

Dari hasil pernikahannya tersebut, istrinya kemudian mendapat nafkah senilai Rp450.000 tiap minggunya.

"Jadi nikahnya resmi atau dokumen akta nikahnya sah, tapi syarat-syarat untuk membuat dokumen ini yang dipalsukan," terangnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved